Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Arus Modal Asing Terus Mengalir Keluar, BI Prediksi Lanjut hingga Akhir Tahun

Bank Indonesia memperkirakan arus modal asing keluar dari pasar keuangan domestik akan berlanjut seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risiko global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 124x dibuka
Arus Modal Asing Terus Mengalir Keluar, BI Prediksi Lanjut hingga Akhir Tahun📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memperkirakan tekanan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia masih akan berlanjut pada periode mendatang. Pemicu utamanya adalah penguatan mata uang dolar Amerika Serikat yang disertai dengan meningkatnya kecenderungan investor global untuk menghindari aset berisiko. Kondisi ini berdampak pada tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pergerakan pasar modal domestik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan modal asing. Ia menekankan bahwa sentimen risk-off yang kuat di pasar global mendorong aliran dana ke aset aman, seperti obligasi AS, sehingga mengurangi minat terhadap aset negara berkembang termasuk Indonesia.

Meski demikian, pelemahan rupiah dinilai masih terkendali. Nilai tukar mata uang lokal turun sebesar 0,28 persen secara kuartal hingga akhir September 2026, bergerak sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia Tenggara. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan sistem yang cukup baik meski di tengah tekanan global.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap stabil di level USD146,3 miliar, yang menjadi indikator kesehatan fundamental ekonomi dan kemampuan menghadapi gejolak pasar. BI menilai posisi ini cukup memadai untuk menopang stabilitas nilai tukar dan menyerap tekanan arus modal yang tidak menentu.

Pihak bank sentral menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap fleksibel dan responsif terhadap dinamika global, dengan fokus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasar keuangan tetap resilien meskipun arus modal asing terus mengalir keluar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya