Arus Modal Asing Terus Mengalir Keluar, BI Prediksi Lanjut hingga Akhir Tahun
Bank Indonesia memperkirakan arus modal asing keluar dari pasar keuangan domestik akan berlanjut seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risiko global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 124x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memperkirakan tekanan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia masih akan berlanjut pada periode mendatang. Pemicu utamanya adalah penguatan mata uang dolar Amerika Serikat yang disertai dengan meningkatnya kecenderungan investor global untuk menghindari aset berisiko. Kondisi ini berdampak pada tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pergerakan pasar modal domestik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan modal asing. Ia menekankan bahwa sentimen risk-off yang kuat di pasar global mendorong aliran dana ke aset aman, seperti obligasi AS, sehingga mengurangi minat terhadap aset negara berkembang termasuk Indonesia.
Meski demikian, pelemahan rupiah dinilai masih terkendali. Nilai tukar mata uang lokal turun sebesar 0,28 persen secara kuartal hingga akhir September 2026, bergerak sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia Tenggara. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan sistem yang cukup baik meski di tengah tekanan global.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap stabil di level USD146,3 miliar, yang menjadi indikator kesehatan fundamental ekonomi dan kemampuan menghadapi gejolak pasar. BI menilai posisi ini cukup memadai untuk menopang stabilitas nilai tukar dan menyerap tekanan arus modal yang tidak menentu.
Pihak bank sentral menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap fleksibel dan responsif terhadap dinamika global, dengan fokus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasar keuangan tetap resilien meskipun arus modal asing terus mengalir keluar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

