Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS dan Israel dalam Hubungan Parasit, Menurut Menteri Iran

Menteri Luar Negeri Iran mengecam hubungan AS-Israel sebagai parasit, menekankan bahwa AS menghabiskan 11 miliar dolar untuk rudal pertahanan demi Israel sejak 2023.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 25x dibuka
AS dan Israel dalam Hubungan Parasit, Menurut Menteri Iran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan kritik tajam terhadap kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Israel, menyebutnya bukan kerja sama saling menguntungkan, melainkan bentuk hubungan parasitik. Dalam unggahan di media sosial, ia menyoroti data pengeluaran AS yang mencapai 11 miliar dolar—setara sekitar 198 triliun rupiah—untuk membeli dan menembakkan rudal pencegat demi melindungi Israel sejak Oktober 2023.

Araghchi menegaskan bahwa jumlah rudal pencegat yang diluncurkan AS untuk menangkal serangan terhadap Israel jauh melebihi jumlah yang ditembakkan oleh Israel sendiri. Data yang disebutkan menunjukkan, dari 2023 hingga 2026, AS telah meluncurkan total 609 rudal pencegat, termasuk lonjakan signifikan pada periode Juni 2025 dengan 235 rudal dalam waktu 13 hari. Puncak penggunaan terjadi pada Oktober 2025 dengan 12 rudal ditembakkan dalam satu hari.

Dalam konteks yang lebih luas, Araghchi menyoroti bahwa pada periode 28 Februari hingga 21 Mei 2026, AS telah mengirimkan 310 rudal pencegat. Pada masa itu, lanjutnya, AS dan Israel melakukan serangan berat terhadap fasilitas nuklir Iran, yang berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama keluarganya. Respons Iran pun datang cepat dengan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS dan wilayah Israel.

Pernyataan Araghchi juga menyentil kebijakan anggaran AS yang dianggap tidak proporsional, mengingat kondisi ekonomi dalam negeri yang menurun. Ia menekankan ironi bahwa sementara warga AS menghadapi kesulitan ekonomi, pemerintah tetap mengalokasikan dana besar hanya untuk mendukung sekutunya di Timur Tengah. Kritik ini menjadi bagian dari narasi yang lebih luas tentang ketidakberdayaan sistem keamanan global yang memihak pada kepentingan tertentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya