Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Evakuasi Staf Tak Esensial dari Riyadh Imbas Eskalasi Houthi

AS memerintahkan penarikan staf non-esensial dan keluarga mereka dari kedutaan di Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan drone milisi Houthi yang mengancam keamanan sipil dan infrastruktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
AS Evakuasi Staf Tak Esensial dari Riyadh Imbas Eskalasi Houthi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menginstruksikan seluruh pegawai pemerintah yang bukan bagian dari operasi esensial, beserta anggota keluarga mereka, untuk segera meninggalkan perwakilan diplomatik di Riyadh. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas milisi Houthi yang didukung Iran, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan fasilitas kritis lainnya di wilayah kerajaan. Ancaman yang semakin nyata telah memicu langkah preventif demi menjamin keselamatan personel dan keluarganya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menegaskan bahwa eskalasi serangan Houthi telah menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan sipil serta mengganggu operasionalitas transportasi dan layanan publik di Arab Saudi. Ia menekankan bahwa keselamatan staf dan keluarganya tetap menjadi prioritas utama, dan pemerintah akan terus memperkuat langkah perlindungan sesuai kondisi terkini. Perintah ini berlaku tidak hanya di Riyadh, tetapi juga meluas ke misi AS di negara-negara Teluk lainnya.

Pigott membantah informasi yang menyebutkan adanya rencana pemulangan sebagian besar staf dari seluruh kedutaan besar di kawasan Teluk. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan bersifat selektif dan berbasis pada ancaman aktual, bukan spekulasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian strategis pasca-kejadian serangan drone terhadap kedutaan AS di Riyadh pada awal Maret, yang menandai awal dari gelombang serangan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Eskalasi konflik di Yaman, khususnya dalam beberapa pekan terakhir, telah membuka front baru dalam dinamika regional yang kompleks. Serangan terhadap infrastruktur strategis di Arab Saudi menunjukkan perluasan jangkauan milisi Houthi, yang kembali memperkuat posisi militernya. Peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar AS di Riyadh pada 21 Oktober menekankan kemungkinan serangan lanjutan, termasuk penggunaan drone dan rudal. Kedutaan yang juga menampung kantor perwakilan CIA menjadi fokus perhatian karena sensitivitas lokasinya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya