AS Pertimbangkan Gunakan Bom Raksasa untuk Tekan Iran
Pentagon sedang menyiapkan penggunaan bom konvensional terbesar, MOAB, sebagai alat tekanan strategis terhadap Iran menjelang pemilu sela AS.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 124x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat kini mempertimbangkan penggunaan bom udara konvensional terbesar dalam armadanya, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), sebagai bagian dari strategi militer terhadap Iran. Rencana ini muncul dalam laporan yang mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sedang dipertimbangkan oleh pihak militer dan kementerian pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dengan potensi pelaksanaan yang digadang-gadang menjelang pemilu sela bulan November 2026.
Bom yang dikenal sebagai “Ibu dari Segala Bom” ini memiliki berat 9.800 kilogram dan panjang mencapai 9,1 meter, dilengkapi dengan sistem navigasi GPS untuk akurasi tinggi. Dalam satu ledakan, MOAB mampu melepaskan energi setara dengan sekitar 11 ton bahan peledak TNT, menjadikannya senjata paling kuat dalam kategori konvensional milik AS. Sebelumnya, senjata ini pernah digunakan dalam operasi militer di Afghanistan pada 2017.
Tujuan utama penggunaan MOAB dalam konteks ini bukan semata untuk menghancurkan target fisik, melainkan sebagai alat psikologis untuk menunjukkan kekuatan militer AS dan menciptakan efek menakutkan terhadap pasukan Iran. Dalam laporan yang dikutip, sumber dalam pemerintahan menyebut bahwa aksi semacam itu juga dimaksudkan untuk memperkuat dukungan publik dalam negeri terhadap kebijakan luar negeri Trump menjelang pemilu.
Meskipun tidak disebutkan secara rinci, target MOAB jika digunakan di wilayah Iran diprediksi akan berupa kawasan tersembunyi atau fasilitas militer yang sulit diakses secara langsung. Senjata ini dirancang untuk menghancurkan struktur besar, area terbuka yang menampung pasukan, atau posisi strategis musuh. Dengan kapasitas ledakan yang sangat besar, MOAB mampu menciptakan dampak luas tanpa memicu ledakan nuklir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

