Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Pertimbangkan Gunakan Bom Terbesar untuk Serangan Iran

Militer AS mengkaji penggunaan bom non-nuklir terbesar, MOAB, sebagai opsi serangan terhadap Iran jika keputusan militer diputuskan oleh pemimpin negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 122x dibuka
AS Pertimbangkan Gunakan Bom Terbesar untuk Serangan Iran📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pihak militer Amerika Serikat sedang meninjau kemungkinan mengerahkan bom udara non-nuklir paling besar yang pernah dimiliki, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), dalam skenario operasi militer terhadap Iran. Bom yang kerap disebut sebagai "induk segala bom" ini memiliki daya ledak setara dengan 11 ton bahan peledak TNT, menjadikannya salah satu senjata udara paling kuat dalam arsenal AS.

Pertimbangan penggunaan MOAB muncul sebagai bagian dari rencana serangan baru yang disiapkan untuk kemungkinan diperintahkan oleh pemimpin negara, terutama jika situasi diplomasi tidak menunjukkan kemajuan. Laporan menyebut bahwa fokus serangan berpotensi menargetkan fasilitas energi kritis dan instalasi nuklir bawah tanah, termasuk lokasi strategis seperti di Pickaxe Mountain, yang dikenal sebagai pusat aktivitas sensitif Iran.

Seorang pejabat tingkat tinggi di Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden AS tetap terbuka pada seluruh opsi militer demi menjamin Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final untuk mengerahkan MOAB. Penggunaannya tetap berada dalam ranah analisis strategis dan penilaian risiko.

Dalam konteks politik dalam negeri, keputusan militer menghadapi tekanan karena perang yang tidak populer di kalangan publik. Meskipun militer terus mempersiapkan berbagai skenario, sejumlah pejabat mempertanyakan efektivitas serangan tambahan dalam mencapai tujuan strategis jangka panjang. Mereka khawatir serangan semacam ini justru dapat memperkeruh konflik dan memperpanjang ketegangan regional tanpa menyelesaikan akar permasalahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya