Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat

Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan tentara yang membunuh 13 orang di Fort Hood pada 2009, sebagai bagian dari kebijakan hukuman publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan bahwa eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan prajurit militer aktif yang divonis atas pembunuhan massal di pangkalan militer Fort Hood, Texas, akan disiarkan secara langsung kepada publik. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat pesan konsekuensi serius atas tindakan pengkhianatan terhadap negara, terutama dalam konteks kejahatan yang melibatkan angkatan bersenjata.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengungkapkan rencana publikasi proses eksekusi sebagai bentuk transparansi dan peringatan bagi kalangan militer dan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa kehadiran publik dalam proses hukuman mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa tindakan yang mengancam keamanan nasional akan diberi hukuman yang sepadan. Detail teknis siaran langsung masih dalam persiapan, namun rencana tersebut telah disetujui secara internal oleh pihak militer.

Hasan dijatuhi hukuman mati oleh juri militer pada Agustus 2013 setelah diadili atas 13 dakwaan pembunuhan berencana dan 32 dakwaan percobaan pembunuhan berencana. Aksi brutal yang dilakukannya dilatarbelakangi alasan ideologis, termasuk penentangan terhadap kebijakan militer AS di Irak dan Afghanistan, serta keyakinan pribadi yang menyimpang. Ia mengklaim bertindak demi melindungi umat Muslim dan kelompok Taliban di Afghanistan.

Eksekusi akan dilaksanakan pada 3 Desember mendatang menggunakan metode tembak, yaitu eksekusi oleh regu tembak—bentuk hukuman yang kembali digunakan setelah hampir 60 tahun vakum. Ini merupakan eksekusi militer pertama sejak 1961 dan pertama yang menggunakan regu tembak sejak 1945. Penetapan metode ini dilakukan sesuai perluasan pilihan hukuman mati oleh pemerintahan Trump, termasuk hukuman listrik dan gas, yang muncul sebagai respons atas kesulitan mendapatkan obat suntikan mematikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya