Asap Karhutla Picu Lonjakan Karbon Monoksida di Indonesia
Konsentrasi karbon monoksida tinggi meluas di seluruh Indonesia sejak Oktober 2026, diduga akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyebar ke Malaysia dan Singapura.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemantauan satelit oleh Badan Antariksa Amerika Serikat menunjukkan peningkatan signifikan konsentrasi karbon monoksida (CO) di atmosfer Indonesia sejak awal Oktober 2026. Data dari platform Eyes on the Earth mengungkapkan distribusi gas berbahaya ini mencakup wilayah dari Sumatra hingga Papua, dengan warna merah tua mendominasi peta pemantauan, menandakan tingkat tinggi. Penyebaran ini berlangsung secara bertahap dan terus memperluas area dampak, terutama saat arus angin membawa asap dari lokasi kebakaran ke wilayah tetangga.
Konsentrasi CO yang terdeteksi di kawasan tersebut mencapai level berbahaya menurut standar global, dengan pengukuran dalam satuan ppbv (bagian per miliar volume). Gas tersebut merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari kebakaran hutan, lahan, dan aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil. NASA menyatakan bahwa karbon monoksida berperan sebagai prekursor karbon dioksida di atmosfer, sehingga memiliki dampak jangka panjang terhadap perubahan iklim.
Upaya mitigasi telah dilakukan pemerintah daerah, khususnya di Sumatra Utara, yang terdampak kabut asap dari kebakaran di Sumatra Selatan dan Kalimantan. Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan modifikasi cuaca mulai 15 Oktober, dengan fokus pada kawasan Danau Toba, guna mendorong turunnya hujan. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan hingga 16 Oktober, sebagai respons cepat terhadap kondisi atmosfer yang memburuk.
Jika upaya modifikasi cuaca tidak memberikan hasil optimal, pemerintah menyiapkan alternatif lain, termasuk penggunaan dry ice atau es kering untuk mendorong presipitasi. Komunikasi intensif juga dilakukan dengan pemimpin daerah lain, seperti Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, untuk menyelaraskan strategi penanggulangan asap. Tujuan utama adalah melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kelancaran aktivitas harian di tengah kondisi udara yang tercemar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

