Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asap Tebal Ancam Kesehatan, Pemkab Buton Imbau Warga Gunakan Masker

Pemerintah Kabupaten Buton imbau warga gunakan masker akibat kabut asap tebal yang mengganggu kualitas udara dan berpotensi memicu gangguan pernapasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Buton kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan kualitas udara yang memburuk, otoritas setempat mengimbau seluruh warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul laporan peningkatan kasus iritasi mata dan batuk di beberapa puskesmas.

Tim Kesehatan Daerah melaporkan adanya lonjakan kunjungan pasien dengan gejala gangguan pernapasan sejak akhir pekan lalu. Berdasarkan data sementara, sebanyak 142 warga dilaporkan mengalami gejala ringan hingga sedang akibat paparan asap. Pemkab menegaskan bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar dan mobilitas masyarakat.

Dalam upaya menangani krisis kualitas udara, pemerintah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau kondisi secara rutin. Selain imbauan pemakaian masker, masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, terutama saat angin berhembus lemah yang memperparah penumpukan asap. Pemantauan kualitas udara dilakukan di tiga titik strategis di wilayah utama, termasuk di kota Buton dan sekitarnya.

Pemkab Buton menegaskan bahwa langkah-langkah ini bersifat preventif guna mencegah penyebaran penyakit pernapasan yang lebih luas. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah. Tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh, khususnya di masa yang belum menentu ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya