Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asap Tebal Melanda 17 Wilayah di Sultra, Gubernur Siapkan Deteksi Udara

Gubernur Sultra siapkan alat deteksi udara pasca asap tebal melanda 17 daerah akibat kebakaran lahan dan hutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 143x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kondisi asap tebal yang melanda 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi sejak awal musim kemarau menyebabkan kualitas udara menurun drastis, mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan risiko kesehatan pernapasan. Dalam waktu dekat, pemerintah provinsi berencana menyiapkan alat deteksi kualitas udara untuk memantau pergerakan asap secara real time.

Gubernur Sultra telah memerintahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kondisi darurat lingkungan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap dampak yang dirasakan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah yang paling terdampak. Pemantauan akan dilakukan secara intensif, dengan fokus pada daerah yang sering mengalami kebakaran musiman, seperti Konawe Selatan, Muna Barat, dan Kolaka Timur.

Sistem deteksi udara yang akan dipasang nanti diharapkan mampu memberikan data akurat mengenai tingkat polusi dan arah pergerakan asap. Informasi ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan mitigasi, termasuk pembatasan aktivitas luar ruangan dan penyiapan fasilitas kesehatan darurat. Selain itu, sistem ini juga akan menjadi alat komunikasi publik untuk menyampaikan status kualitas udara secara transparan.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah provinsi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap musim kemarau. Dengan alat pendeteksi udara, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan lebih awal. Gubernur menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana lingkungan ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya