Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI

Investasi ceroboh SBF kini menghasilkan keuntungan besar setelah asetnya diubah fungsi menjadi pusat data pendukung kecerdasan buatan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bisnis penambangan bitcoin yang sempat ditinggalkan pasca-krisis FTX kini menemukan peran baru sebagai infrastruktur pendukung kecerdasan buatan. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Genesis Digital Assets, yang sempat terpuruk akibat keterlibatan dengan Sam Bankman-Fried (SBF), kini bertransformasi menjadi pusat data strategis di Amerika Serikat dan Eropa. Pengambilalihan oleh SWI Group, perusahaan infrastruktur digital asal Singapura yang terdaftar di bursa Amsterdam, menandai perubahan besar dalam arah bisnis ini.

SWI Group telah mengumpulkan dana segar sebesar 800 juta euro (setara US$900 juta) untuk memperluas kapasitas komputasi di pusat data yang tersebar di Texas, North Carolina, South Carolina, dan Swedia. Perusahaan ini menargetkan pasar hyperscaler seperti Amazon Web Services dan Google Cloud, yang membutuhkan daya komputasi tinggi untuk mendukung pengembangan model AI. Salah satu pendiri dan CEO SWI, Max-Hervé George, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan pada penambangan kripto, melainkan pada pemanfaatan aset infrastruktur secara optimal untuk kebutuhan teknologi masa kini.

Pembelian saham Genesis Digital oleh SWI dimulai pada 15 Juni, dengan transaksi awal senilai US$500 juta. Sejak itu, kepemilikan SWI meningkat hingga menjadi mayoritas, sementara semua sengketa hukum dengan FTX dan pihak lain telah diselesaikan. Sebelumnya, Genesis Digital dianggap sebagai salah satu investasi paling tidak bijak oleh tim kepailitan FTX, karena asetnya di Kazakhstan dinilai hampir tidak bernilai, sementara aset di AS hanya memberi imbal hasil minim. Namun kini, perubahan fungsi aset mengubah narasi sepenuhnya.

Bahkan, investasi SBF yang dulu dikritik kini terbukti menguntungkan secara finansial. Salah satunya adalah kepemilikan 7,8% di Anthropic, perusahaan rintisan AI, yang dibeli pada 2021 dengan dana US$500 juta. Pada 2024, tim kepailitan FTX menjual saham tersebut seharga US$1,3 miliar, sementara valuasi terkini Anthropic diperkirakan mencapai US$75 miliar. Meski SBF kini menjalani hukuman penjara 25 tahun atas kasus penipuan, aset-asetnya justru menunjukkan potensi nilai yang tinggi di era digital baru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya