Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Investasi ceroboh SBF kini menghasilkan keuntungan besar setelah asetnya diubah fungsi menjadi pusat data pendukung kecerdasan buatan global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bisnis penambangan bitcoin yang sempat ditinggalkan pasca-krisis FTX kini menemukan peran baru sebagai infrastruktur pendukung kecerdasan buatan. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Genesis Digital Assets, yang sempat terpuruk akibat keterlibatan dengan Sam Bankman-Fried (SBF), kini bertransformasi menjadi pusat data strategis di Amerika Serikat dan Eropa. Pengambilalihan oleh SWI Group, perusahaan infrastruktur digital asal Singapura yang terdaftar di bursa Amsterdam, menandai perubahan besar dalam arah bisnis ini.
SWI Group telah mengumpulkan dana segar sebesar 800 juta euro (setara US$900 juta) untuk memperluas kapasitas komputasi di pusat data yang tersebar di Texas, North Carolina, South Carolina, dan Swedia. Perusahaan ini menargetkan pasar hyperscaler seperti Amazon Web Services dan Google Cloud, yang membutuhkan daya komputasi tinggi untuk mendukung pengembangan model AI. Salah satu pendiri dan CEO SWI, Max-Hervé George, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan pada penambangan kripto, melainkan pada pemanfaatan aset infrastruktur secara optimal untuk kebutuhan teknologi masa kini.
Pembelian saham Genesis Digital oleh SWI dimulai pada 15 Juni, dengan transaksi awal senilai US$500 juta. Sejak itu, kepemilikan SWI meningkat hingga menjadi mayoritas, sementara semua sengketa hukum dengan FTX dan pihak lain telah diselesaikan. Sebelumnya, Genesis Digital dianggap sebagai salah satu investasi paling tidak bijak oleh tim kepailitan FTX, karena asetnya di Kazakhstan dinilai hampir tidak bernilai, sementara aset di AS hanya memberi imbal hasil minim. Namun kini, perubahan fungsi aset mengubah narasi sepenuhnya.
Bahkan, investasi SBF yang dulu dikritik kini terbukti menguntungkan secara finansial. Salah satunya adalah kepemilikan 7,8% di Anthropic, perusahaan rintisan AI, yang dibeli pada 2021 dengan dana US$500 juta. Pada 2024, tim kepailitan FTX menjual saham tersebut seharga US$1,3 miliar, sementara valuasi terkini Anthropic diperkirakan mencapai US$75 miliar. Meski SBF kini menjalani hukuman penjara 25 tahun atas kasus penipuan, aset-asetnya justru menunjukkan potensi nilai yang tinggi di era digital baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Kecelakaan maut melibatkan bus pariwisata dan truk di dekat Gerbang Tol Akhisar menewaskan 11 orang dan melukai 27 lainnya.
12 Oktober 2026

Trump Umumkan Gencatan Energi, Minyak Malah Melonjak
Pengumuman gencatan energi Rusia-Ukraina oleh Trump tak menurunkan harga minyak, justru memicu kenaikan akibat keraguan pasar terhadap keberlanjutan kesepakatan.
12 Oktober 2026

Doctor X Kim Ji-won Catat Debut Terbaik 2026
Drama terbaru Kim Ji-won, Doctor X, sukses meraih rating nasional 11,4 persen pada episode pertama, menjadi tayangan paling banyak ditonton di slot Jumat malam.
12 Oktober 2026

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Serangan pesawat tempur menewaskan 72 penambang emas di wilayah perbatasan Sudan-Mesir, diduga dilakukan oleh militer Mesir, menimbulkan kekhawatiran atas pelanggaran hukum humaniter internasional.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

