Asia Tenggara Dilanda Kabut Asap Parah Akibat Karhutla di Indonesia
PBB mendesak kerja sama regional untuk mengatasi kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang mencapai level tertinggi dalam dekade terakhir.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Asia Tenggara kini menghadapi krisis kualitas udara terparah dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh kebakaran hutan dan lahan yang meluas di wilayah Indonesia. Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa kondisi saat ini merupakan salah satu peristiwa kabut asap lintas batas paling intens yang pernah dirasakan oleh negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Direktur Regional WMO untuk Asia dan Pasifik, Ben Churchill, menegaskan bahwa dampak asap tersebut telah melampaui batas wilayah dan membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.
Ia menyoroti bahwa meski upaya pemadaman telah dilakukan secara intensif oleh pemerintah Indonesia—termasuk pengerahan personel, penggunaan teknologi, hingga rekayasa cuaca—satu-satunya solusi jangka panjang tetap berada pada turunnya hujan secara berkelanjutan di area terbakar. Tanpa curah hujan yang cukup, kebakaran akan sulit dipadamkan meski berbagai sumber daya telah dikerahkan. Churchill menekankan bahwa keberhasilan penanganan tidak bisa lagi dilakukan secara unilateral.
Dalam konteks regional, ia menyarankan ASEAN mempertimbangkan model kolaborasi serupa yang pernah diterapkan saat bencana kebakaran melanda Australia. Dalam skenario itu, negara-negara terdampak mampu mengirimkan peralatan pemadam, pesawat air, helikopter, serta tenaga ahli. Dengan penggabungan sumber daya dan investasi bersama, negara-negara di kawasan bisa lebih siap menghadapi ancaman serupa di masa depan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di berbagai negara tetangga. Singapura mencatat indeks kualitas udara mencapai 288 pada pukul 15.00, level tertinggi sejak 2015. Di Malaysia, kualitas udara di beberapa wilayah bahkan sempat memasuki kategori bahaya, khususnya di wilayah Serawak. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyatakan kesiapan menerima bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani kebakaran yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Churchill menekankan bahwa perubahan iklim global, dipengaruhi oleh fenomena El Niño, meningkatkan risiko kebakaran hutan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, ia mengimbau para menteri ASEAN untuk segera merancang kerja sama strategis yang mencakup prakiraan cuaca, pertukaran teknologi, dan kesiapan respons darurat. Menurutnya, mengatasi kebakaran hutan bukan hanya tanggung jawab satu negara, melainkan kebutuhan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi internasional yang terkoordinasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

