Asing Beli Bersih Rp568 Miliar Meski IHSG Melemah
Investor asing catatkan pembelian bersih Rp567,96 miliar meski indeks turun 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, turun 1,33% ke posisi 5.863,78, setelah sebelumnya sempat menguat pada hari sebelumnya. Gerakan turun ini terjadi di tengah volume perdagangan yang cukup tinggi, mencapai 352,53 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp13,53 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 567 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 108 saham yang menguat dan 120 saham tidak bergerak.
Di tengah tekanan pasar, arus modal asing justru tercatat sebagai pembeli bersih sebesar Rp567,96 miliar. Komposisi pembelian terjadi dominan di pasar reguler dengan nilai Rp520,03 miliar, disusul pembelian di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp47,93 miliar. Kegiatan beli asing ini menunjukkan optimisme terhadap sejumlah emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat meski pasar sedang tertekan.
Dari data yang dirangkum, sepuluh saham yang paling banyak dibeli asing mencerminkan konsentrasi pada sektor perbankan, tambang, dan properti. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp286,10 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp78,35 miliar. Sementara itu, saham seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar pembelian asing terbesar.
Saham-saham lain yang ikut menjadi target beli asing antara lain Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Aneka Tambang (ANTM), Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), Wilton Makmur Indonesia (SQMI), dan Pakuwon Jati (PWON). Konsistensi pembelian asing pada emiten-emiten ini menunjukkan adanya keyakinan terhadap prospek jangka menengah, terlepas dari fluktuasi pasar harian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
BRI resmi luncurkan program buyback saham tahap kedua senilai maksimal Rp1 triliun, berlangsung hingga Januari 2027, dengan tetap jaga kesehatan permodalan dan kepercayaan pemegang saham.
24 Oktober 2026

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026) menyusul koreksi tajam saham teknologi AS akibat kekhawatiran pendanaan infrastruktur kecerdasan buatan.
24 Oktober 2026

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,12% ke level 5.387,90 didorong kenaikan saham unggulan dan ekspansi bisnis emiten, meski investor asing catatkan penjualan bersih besar.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

50 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Siapkan Solusi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

DSN MUI Ungkap Dua Aset Kripto Berpotensi Halal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Volvo Percepat Efisiensi, PHK 2.500 Karyawan Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

