Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Beli Bersih Rp568 Miliar Meski IHSG Melemah

Investor asing catatkan pembelian bersih Rp567,96 miliar meski indeks turun 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Asing Beli Bersih Rp568 Miliar Meski IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, turun 1,33% ke posisi 5.863,78, setelah sebelumnya sempat menguat pada hari sebelumnya. Gerakan turun ini terjadi di tengah volume perdagangan yang cukup tinggi, mencapai 352,53 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp13,53 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 567 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 108 saham yang menguat dan 120 saham tidak bergerak.

Di tengah tekanan pasar, arus modal asing justru tercatat sebagai pembeli bersih sebesar Rp567,96 miliar. Komposisi pembelian terjadi dominan di pasar reguler dengan nilai Rp520,03 miliar, disusul pembelian di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp47,93 miliar. Kegiatan beli asing ini menunjukkan optimisme terhadap sejumlah emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat meski pasar sedang tertekan.

Dari data yang dirangkum, sepuluh saham yang paling banyak dibeli asing mencerminkan konsentrasi pada sektor perbankan, tambang, dan properti. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp286,10 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp78,35 miliar. Sementara itu, saham seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar pembelian asing terbesar.

Saham-saham lain yang ikut menjadi target beli asing antara lain Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Aneka Tambang (ANTM), Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), Wilton Makmur Indonesia (SQMI), dan Pakuwon Jati (PWON). Konsistensi pembelian asing pada emiten-emiten ini menunjukkan adanya keyakinan terhadap prospek jangka menengah, terlepas dari fluktuasi pasar harian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya