Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,49 Triliun, 10 Saham Ini Paling Banyak Dibuang

IHSG naik 1,12% ke level 5.387,91 meski investor asing mencatat penjualan bersih Rp1,49 triliun, dengan BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi saham terbesar yang ditinggalkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,49 Triliun, 10 Saham Ini Paling Banyak Dibuang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Kamis (22/10/2026) di zona positif, mencatat kenaikan 59,54 poin atau 1,12% ke level 5.387,91. Meskipun sempat melemah lebih dari 2% pada sesi awal, pergerakan indeks berbalik menguat di akhir sesi, menunjukkan ketahanan pasar meski di tengah tekanan dari aksi jual asing yang signifikan. Volume perdagangan mencapai 331,29 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup tinggi.

Di tengah penguatan indeks, arus modal asing tercatat sebagai pemicu ketegangan. Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp1,49 triliun secara keseluruhan, termasuk Rp1,47 triliun di pasar reguler dan Rp15,82 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Aksi jual tersebut menunjukkan ketidakpastian atau strategi penyesuaian portofolio di tengah fluktuasi eksternal. Namun, penguatan IHSG menunjukkan dominasi investor domestik yang mampu menopang pergerakan pasar.

Dari 10 saham yang paling banyak ditinggalkan asing, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling besar dengan penjualan bersih mencapai Rp966,11 miliar. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp355,39 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai Rp269,82 miliar. Sementara itu, saham sektor teknologi dan tambang seperti Indosat (ISAT), Merdeka Copper Gold (MDKA), serta Indofood (ICBP) juga turut masuk dalam daftar teratas penjualan asing.

Saham-saham seperti Adaro Andalan Indonesia (AADI), Timah (TINS), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) masing-masing mencatat penjualan bersih di atas Rp60 miliar, menandakan aksi profit taking atau pengurangan posisi di sektor strategis. Meskipun terjadi penjualan besar-besaran, kenaikan IHSG menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih didukung oleh fundamental domestik dan pergerakan saham lain yang tetap kuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya