Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,97 T, BCA Paling Banyak Dibeli Turun

Indeks saham naik 4,16% di sesi I, meski asing catatkan penjualan bersih Rp1,97 triliun, dengan BCA jadi emiten paling banyak dijual.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 66x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,97 T, BCA Paling Banyak Dibeli Turun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (20/10/2026), ditutup di level 5.204,63, menguat 208,02 poin atau 4,16%. Meski demikian, aktivitas investor asing menunjukkan tekanan jual yang kuat, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,97 triliun. Angka tersebut berasal dari total pembelian Rp5,96 triliun dan penjualan Rp7,93 triliun, dihitung berdasarkan harga rata-rata sesi pertama.

Tekanan jual asing paling dominan terjadi di sektor perbankan. PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi emiten dengan penjualan bersih terbesar, mencapai Rp1,02 triliun dengan volume transaksi mencapai 206,87 juta saham. Di posisi kedua, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat menjual saham senilai Rp245,04 miliar, disusul PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan penjualan bersih Rp208,97 miliar. Selain emiten perbankan, sektor telekomunikasi dan pertambangan juga menjadi target jual asing, seperti ISAT, MDKA, dan PTBA.

Di tengah gelombang penjualan, sejumlah emiten justru menjadi incaran asing. PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memimpin daftar pembelian bersih asing dengan nilai Rp175,47 miliar dan volume 89,37 juta saham. PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menempati posisi kedua dengan pembelian bersih Rp50,70 miliar, disusul PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp35,99 miliar. Emisi lain yang mendapat minat beli asing antara lain BUMI, PTRO, DEWA, RAJA, CDIA, UNTR, dan PACK.

Kinerja pasar hari ini menunjukkan dinamika yang kompleks, di mana kenaikan indeks terjadi di tengah penjualan besar-besaran oleh investor asing. Namun, pergerakan saham yang menguat menunjukkan adanya ketertarikan terhadap sektor strategis dan emiten dengan prospek pertumbuhan yang stabil. Pergerakan ini juga mencerminkan kebijakan diversifikasi portofolio asing yang tetap fokus pada emiten dengan fundamental kuat meski kondisi pasar menunjukkan volatilitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya