Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp2,92 Triliun, BCA Pimpin Penurunan Saham

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp2,92 triliun pada sesi I perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan BCA menjadi saham paling banyak dilepas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 99x dibuka
Asing Jual Bersih Rp2,92 Triliun, BCA Pimpin Penurunan Saham📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, berada di level 5.233,00, turun 630,78 poin atau 10,76% dari posisi sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 380,08 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp16,51 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi namun cenderung negatif. Pergerakan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing yang menunjukkan ketidakpastian pasar dalam sesi perdagangan pertama hari ini.

Data menunjukkan bahwa investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp2,92 triliun, didorong oleh penjualan yang jauh melampaui pembelian. Dari total nilai penjualan sebesar Rp8,13 triliun, pembelian hanya tercatat Rp5,21 triliun. Sektor perbankan menjadi fokus utama aksi penjualan, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham paling banyak dilepas, mencatat penjualan bersih mencapai Rp1,98 triliun melalui penjualan 379,74 juta saham. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan penjualan bersih Rp630,97 miliar dan PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp485,08 miliar.

Selain emiten perbankan, sejumlah saham lain juga mengalami tekanan jual asing, antara lain PT Aneka Tambang (ANTM) dengan penjualan bersih Rp113,97 miliar, PT Telkom Indonesia (TLKM) Rp55,08 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia (ADMR) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing Rp42,19 miliar dan Rp32,81 miliar. Sementara itu, investor asing tetap mempertahankan posisi akumulasi pada sejumlah emiten, dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham paling banyak dibeli, mencapai Rp97,72 miliar. Diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan PT Medco Energi Internasional (MEDC) yang masing-masing mendapat pembelian bersih Rp54,44 miliar dan Rp35,47 miliar.

Pembelian bersih juga terjadi pada sejumlah emiten energi dan komoditas, seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Merdeka Copper Gold (ARCI), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dengan nilai akuisisi masing-masing di atas Rp16 miliar. Aktivitas beli ini menunjukkan adanya pemilihan sektor yang dianggap lebih stabil atau memiliki prospek jangka menengah. Meski pasar berada dalam tekanan, keberlanjutan akumulasi pada sejumlah saham menunjukkan adanya ruang bagi investor untuk memanfaatkan koreksi pasar yang dalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya