Asing Jual Bersih Rp2,92 Triliun, BCA Pimpin Penurunan Saham
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp2,92 triliun pada sesi I perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan BCA menjadi saham paling banyak dilepas.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 99x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, berada di level 5.233,00, turun 630,78 poin atau 10,76% dari posisi sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 380,08 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp16,51 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi namun cenderung negatif. Pergerakan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing yang menunjukkan ketidakpastian pasar dalam sesi perdagangan pertama hari ini.
Data menunjukkan bahwa investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp2,92 triliun, didorong oleh penjualan yang jauh melampaui pembelian. Dari total nilai penjualan sebesar Rp8,13 triliun, pembelian hanya tercatat Rp5,21 triliun. Sektor perbankan menjadi fokus utama aksi penjualan, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham paling banyak dilepas, mencatat penjualan bersih mencapai Rp1,98 triliun melalui penjualan 379,74 juta saham. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan penjualan bersih Rp630,97 miliar dan PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp485,08 miliar.
Selain emiten perbankan, sejumlah saham lain juga mengalami tekanan jual asing, antara lain PT Aneka Tambang (ANTM) dengan penjualan bersih Rp113,97 miliar, PT Telkom Indonesia (TLKM) Rp55,08 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia (ADMR) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing Rp42,19 miliar dan Rp32,81 miliar. Sementara itu, investor asing tetap mempertahankan posisi akumulasi pada sejumlah emiten, dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham paling banyak dibeli, mencapai Rp97,72 miliar. Diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan PT Medco Energi Internasional (MEDC) yang masing-masing mendapat pembelian bersih Rp54,44 miliar dan Rp35,47 miliar.
Pembelian bersih juga terjadi pada sejumlah emiten energi dan komoditas, seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Merdeka Copper Gold (ARCI), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dengan nilai akuisisi masing-masing di atas Rp16 miliar. Aktivitas beli ini menunjukkan adanya pemilihan sektor yang dianggap lebih stabil atau memiliki prospek jangka menengah. Meski pasar berada dalam tekanan, keberlanjutan akumulasi pada sejumlah saham menunjukkan adanya ruang bagi investor untuk memanfaatkan koreksi pasar yang dalam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

