Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Atlet Bulutangkis Thailand Dicoret dari Asian Games 2026 Usai Positif Doping

Pebulutangkis Thailand, Pitchamon Opatniputh, dilarang bertanding di Asian Games 2026 setelah hasil tes menunjukkan adanya zat terlarang furosemide dalam sampelnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Atlet Bulutangkis Thailand Dicoret dari Asian Games 2026 Usai Positif Doping📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Atlet muda asal Thailand, Pitchamon Opatniputh, resmi dikeluarkan dari ajang Asian Games 2026 setelah hasil pemeriksaan laboratorium internasional mengungkap adanya zat terlarang dalam tubuhnya. Pemeriksaan dilakukan di Nagoya pada 17 September 2026, dan ditemukan kandungan furosemide, zat yang dikategorikan sebagai diuretik dan agen penyamaran oleh Badan Antidoping Dunia (WADA). Keputusan tersebut diumumkan oleh Badan Pengujian Internasional (ITA) pada Senin, 21 September, menyebabkan sang atlet dilarang tampil dalam kompetisi empat tahunan tersebut.

Furosemide termasuk dalam kategori S5, yang dilarang karena potensi digunakan untuk menghilangkan zat dopan dari tubuh melalui peningkatan produksi urin. Zat ini juga kerap dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan secara cepat, sehingga sering kali menjadi alat manipulasi dalam olahraga dengan kelas berat tertentu. Meski tidak digunakan untuk meningkatkan performa langsung, penggunaannya tetap melanggar regulasi anti-doping karena mengganggu integritas kompetisi.

Penangguhan sementara yang diberlakukan terhadap Pitchamon berlaku secara penuh hingga proses banding selesai. Selama masa tersebut, ia dilarang berpartisipasi dalam semua aktivitas terkait Asian Games 2026, termasuk berlatih, bertanding, atau menghadiri kegiatan resmi yang terkait dengan ajang tersebut. Keputusan ini menegaskan komitmen penyelenggara dan lembaga anti-doping terhadap kejujuran dalam olahraga.

Pitchamon masih memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap hasil tes tersebut. Namun, hingga keputusan akhir dikeluarkan, ia tetap tidak diperbolehkan berkompetisi. Kasus ini menjadi insiden doping pertama yang terungkap dalam sejarah Asian Games 2026, menandai pentingnya penerapan sistem pengawasan yang ketat di tingkat internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya