Australia Siap Hadapi Era Kematian Lebih Banyak dari Kelahiran
Pemerintah Australia memproyeksikan kematian akan melampaui kelahiran pada 2060-an akibat penuaan populasi dan penurunan kelahiran yang diperparah perlambatan migrasi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Australia mulai menghadapi tantangan struktural demografi yang berpotensi mengubah fondasi ekonomi negara dalam empat dekade ke depan. Berdasarkan laporan terbaru dari Departemen Keuangan, jumlah kematian diproyeksikan melebihi jumlah kelahiran untuk pertama kalinya pada dekade 2060-an, menandai transisi menuju masyarakat yang semakin tua dan berkurang jumlah penduduknya secara alami. Faktor pendorong utama meliputi penurunan tingkat kesuburan, penurunan arus migrasi bersih, serta perubahan pola usia penduduk.
Pertumbuhan penduduk Australia diperkirakan akan melambat signifikan, berada di kisaran 0,9% per tahun dalam empat dekade mendatang—jauh di bawah rata-rata 1,4% yang tercatat selama empat dekade terakhir. Penurunan ini bukan hanya menyangkut jumlah, tetapi juga struktur usia. Pemerintah memperkirakan jumlah warga berusia di atas 85 tahun akan meningkat tiga kali lipat hingga tahun 2066, yang berdampak langsung pada permintaan layanan kesehatan dan perawatan lansia.
Kebijakan imigrasi yang diperketat oleh pemerintah Partai Buruh menjadi sorotan, seiring meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan yang menekankan pembatasan migrasi. Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara kebutuhan tenaga kerja—terutama di sektor kesehatan yang bergantung pada pekerja asing—dengan kebijakan domestik yang cenderung protektif. Kekhawatiran terhadap kekurangan tenaga kerja di wilayah dengan populasi lansia tinggi mulai menjadi isu strategis.
Laporan Intergenerational Report juga menyoroti lima faktor kunci yang akan membentuk ekonomi Australia hingga 2066: perkembangan kecerdasan buatan, fragmentasi geopolitik, transisi energi, penuaan populasi, dan pergeseran ekonomi ke sektor jasa. Di tengah tekanan inflasi, bunga kredit tinggi, dan beban biaya hidup yang besar, pemerintah mempertimbangkan pemotongan pajak sebagai salah satu opsi kebijakan fiskal untuk meringankan beban rumah tangga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Masuk Lima Besar Asia untuk Kunjungan Wisatawan 2025
Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara di Asia dengan jumlah kunjungan wisatawan asing tertinggi pada 2025, mencatat 15,39 juta kunjungan berdasarkan data BPS.
21 September 2026

Anak Sulung Taipan Vietnam Pimpin VinFast Secara Penuh
Pham Nhat Quan Anh resmi menjabat CEO VinFast, menggantikan peran sebelumnya sebagai chairman, dalam langkah transformasi bisnis yang menekankan fokus pada inovasi dan efisiensi.
21 September 2026

Hyundai Peringatkan AS Soal Ancaman Mobil China Tanpa Tarif
CEO Hyundai memperingatkan Amerika Serikat bisa menghadapi banjir mobil China jika tidak mempertahankan kebijakan proteksi pasar, seiring lonjakan pangsa pasar di Eropa dan Inggris.
21 September 2026

Jejak Kaki T-rex Dewasa Pertama Ditemukan di North Dakota
Temuan jejak kaki T-rex dewasa pertama di dunia, berusia 66,5 juta tahun, mengungkapkan kecepatan dan pola pergerakan dinosaurus raksasa tersebut.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

