Avanza Kuasai Pasar MPV Murah, BYD M6 Belum Bisa Geser Posisi Puncak
Toyota Avanza menduduki peringkat pertama penjualan MPV low di Indonesia pada September 2026 dengan distribusi 3.872 unit, mengungguli BYD M6 yang baru mencatatkan 1.077 unit.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 60x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada bulan September 2026, Toyota Avanza kembali menunjukkan dominasinya di segmen low MPV dengan mencatatkan distribusi sebanyak 3.872 unit ke seluruh jaringan dealer nasional. Angka tersebut menegaskan posisi Avanza sebagai model paling laris di kategori kendaraan keluarga berkapasitas rendah, mengungguli semua kompetitor di kelasnya. Performa ini diperkuat oleh konsistensi permintaan pasar terhadap desain, harga terjangkau, dan efisiensi bahan bakar yang telah menjadi ciri khas produk Toyota dalam kurun waktu bertahun-tahun.
Di posisi kedua, Toyota Veloz HEV menunjukkan kinerja solid dengan 2.552 unit yang didistribusikan, menunjukkan kekuatan model hybrid dalam menarik konsumen yang mencari keseimbangan antara performa dan efisiensi. Sementara itu, Hyundai Stargazer mengisi peringkat ketiga dengan 1.100 unit, hanya terpaut tipis dari BYD M6 yang mampu meraih 1.077 unit melalui kombinasi varian hybrid dan listrik. Meski mengusung teknologi elektrifikasi, BYD M6 belum mampu menembus posisi tiga besar secara signifikan.
Peringkat lima hingga delapan ditempati oleh Mitsubishi Xpander (919 unit), Daihatsu Xenia (349 unit), Suzuki Ertiga (163 unit), dan Wuling Confero (162 unit). Kedua model terakhir bersaing ketat di angka terendah, dengan selisih hanya satu unit. VinFast MPV 7 dan Limo Green mencatatkan penjualan 143 unit, menempati posisi kesembilan. Di sisi lain, Nissan Livina tidak lagi tercatat dalam data wholesales Gaikindo pada periode tersebut, menandakan penarikan dari pasar kompetitif segmen MPV murah.
Distribusi bulanan yang dirilis berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa meskipun pasar mulai mengalami transformasi menuju mobilitas ramah lingkungan, model konvensional tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia. Dominasi Avanza dan Veloz menegaskan bahwa keandalan, aksesibilitas, dan reputasi merek masih menjadi pertimbangan utama, bahkan di tengah munculnya kendaraan listrik baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

