Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
BMKG memprediksi musim hujan mulai Oktober 2026, namun hujan telah muncul lebih awal di sejumlah daerah, memicu risiko aquaplaning yang mengancam keselamatan pengemudi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Musim hujan yang diperkirakan tiba pada Oktober 2026 sudah mulai dirasakan lebih awal, dengan turunnya hujan di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius bagi pengendara, terutama akibat fenomena aquaplaning—keadaan di mana ban mobil kehilangan traksi karena terendam genangan air. Ketika terjadi, kendaraan tampak seolah terangkat dari permukaan jalan, membuat pengemudi kehilangan kendali sepenuhnya.
Faktor-faktor yang memperbesar risiko kejadian ini antara lain kecepatan tinggi saat melintasi area basah, ban yang aus atau tekanan angin tidak sesuai standar, serta bobot kendaraan yang tidak merata. Selain mengganggu kontrol, aquaplaning dapat menyebabkan mobil melenceng, berpindah jalur secara tiba-tiba, dan berpotensi menimbulkan tabrakan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berisiko merusak komponen ban dan sistem pengereman karena beban ekstra saat slip.
Untuk menghindari kejadian berbahaya, dianjurkan pengemudi melakukan serangkaian langkah pencegahan. Ini mencakup memeriksa tekanan ban secara rutin, menurunkan kecepatan saat jalan basah, menghindari penggunaan cruise control, memfokuskan pandangan ke depan, menjaga pegangan setir tetap stabil, serta melakukan akselerasi dan pengereman secara perlahan. Selain itu, kondisi wiper yang baik juga krusial untuk memastikan visibilitas tetap terjaga.
Insiden nyata terjadi pada Sabtu (19/9) di KM 4200 B Tol Desari, Depok, saat sebuah mobil Porsche merah melaju di jalur 3 dari arah Sawangan menuju Antasari dalam kondisi hujan deras. Rekaman video yang beredar menunjukkan warga sekitar turut membantu evakuasi pengemudi. Menurut keterangan resmi dari Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, kecelakaan tunggal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini menjadi peringatan nyata tentang pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan saat berkendara di bawah hujan lebat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Pemilik kendaraan wajib blokir STNK setelah menjual untuk hindari kewajiban pajak dan risiko hukum akibat pelanggaran pembeli.
24 September 2026

Toyota Perkuat Lini Produksi Listrik di Tiongkok Mulai 2027
Toyota akan memulai produksi kendaraan listrik jarak jauh di Tiongkok pada April 2027 dengan target 200 ribu unit di tahun pertama.
23 September 2026

Elektrifikasi Perkuat Daya Saing Otomotif Lokal
Investasi lebih dari Rp100 triliun dan produksi kendaraan hibrida di Indonesia menjadi bukti penguatan kapabilitas manufaktur dan ekosistem lokal.
23 September 2026

Pangeran MBS Perkenalkan Exobot, Mobil Listrik Nasional Saudi
Peluncuran Exobot oleh Ceer, perusahaan otomotif nasional Saudi, didukung Visi 2030 sebagai bagian dari transformasi ekonomi tanpa minyak.
23 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

Sulawesi Tenggara Terdampak Kekeringan Ekstrem Selama 89 Hari
Kamis, 24 September 2026, 09.09 WITA

5 Fitur Keamanan Grab Wajib Dipahami Pengguna
Kamis, 24 September 2026, 09.08 WITA

