Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahaya Asap Rokok dan Kemajuan Mobil Listrik di Tengah Peringatan Kesehatan

Paparan asap rokok berisiko tinggi memicu kolonisasi bakteri patogen di saluran napas, sementara Bentley meluncurkan mobil listrik pertamanya dengan jangkauan hingga 600 kilometer.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Bahaya Asap Rokok dan Kemajuan Mobil Listrik di Tengah Peringatan Kesehatan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Paparan asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif, dikhawatirkan memicu kolonisasi bakteri berbahaya di saluran pernapasan, yang berpotensi menimbulkan infeksi paru-paru seperti pneumonia. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan infeksi dan tropik, dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, yang menekankan pentingnya pencegahan melalui pengurangan paparan terhadap asap tembakau.

Di bidang otomotif, Bentley secara resmi memperkenalkan Torcal sebagai kendaraan listrik baterai (BEV) pertamanya dalam ajang peluncuran global di London, Inggris, pada Rabu (23/9). Mobil ini menjadi bagian dari lini model keempat dari produsen mobil mewah asal Inggris tersebut, menandai langkah strategis dalam transformasi produk menuju mobilitas berkelanjutan.

Torcal diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya, menunjukkan komitmen Bentley dalam menggabungkan performa tinggi dengan keberlanjutan lingkungan. Peluncuran ini juga menandai perubahan signifikan dalam portofolio produk merek yang dikenal dengan keanggunan dan mesin bensin tradisional.

Di sisi lain, muncul peringatan dari kalangan medis terhadap praktik self-diagnose menggunakan kecerdasan buatan atau informasi dari internet tanpa konfirmasi profesional. Dokter umum dari Prodia Children Jakarta, dr. Kristin Tjandra, menyoroti kecenderungan masyarakat yang menyangkal kondisi kesehatannya sendiri, yang dapat menghambat deteksi dini dan penanganan tepat waktu.

Pendekatan kesehatan yang didasarkan pada teknologi bukanlah pengganti profesionalisme medis, melainkan alat pendukung. Dengan demikian, penting untuk tetap memverifikasi informasi kesehatan melalui layanan klinis resmi, terutama dalam era di mana akses informasi semakin mudah namun tidak selalu akurat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya