Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Konfirmasi Kemenperin Masuk Lingkup Hilirisasi

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Kementerian Perindustrian kemungkinan besar akan berada di bawah naungannya, sejalan dengan upaya optimalisasi nilai tambah sumber daya nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 10x dibuka
Bahlil Konfirmasi Kemenperin Masuk Lingkup Hilirisasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa struktur kementerian yang berada di bawah koordinasinya masih dalam proses finalisasi, namun beberapa lembaga telah dipastikan masuk dalam lingkup tugasnya. Ia menegaskan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi secara definitif menjadi bagian dari wilayah koordinasinya sejak pelantikannya pada 1 Oktober 2026.

Dalam kesempatan berbicara usai acara Investor Daily Summit 2026, Bahlil menyampaikan bahwa pengelolaan hilirisasi memerlukan pendekatan terpadu yang melibatkan sektor industri. Ia menekankan bahwa industri menjadi fondasi utama dalam mencapai tujuan hilirisasi, sehingga keterlibatan Kementerian Perindustrian menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan.

Meski belum sepenuhnya final, Bahlil menyatakan bahwa keberadaan Kementerian Perindustrian dalam struktur koordinasinya kemungkinan besar akan terjadi. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat rantai nilai dari sumber daya alam menuju produk jadi, dengan memastikan sinergi antar kementerian yang terkait langsung dengan transformasi industri nasional.

Tujuan utama dari integrasi ini adalah mempercepat proses hilirisasi, meningkatkan nilai tambah dari ekspor komoditas, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri. Dengan struktur yang lebih terkoordinasi, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan responsif terhadap dinamika pasar global maupun kebutuhan domestik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya