Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Ungkap Struktur Kemenko Hilirisasi, ESDM dan Investasi Jadi Inti

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi serta Hilirisasi akan berada di bawah koordinasinya, dengan kemungkinan tambahan Kementerian Perindustrian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Bahlil Ungkap Struktur Kemenko Hilirisasi, ESDM dan Investasi Jadi Inti📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, mengungkapkan secara eksplisit bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi akan berada dalam naungan koordinasinya. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan eksklusif di Jakarta, menegaskan arah strategis pemerintah dalam mengakselerasi transformasi sektor energi dan sumber daya nasional.

Ia menekankan bahwa peran kedua kementerian tersebut merupakan fondasi utama dalam mewujudkan hilirisasi, khususnya dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Bahlil menambahkan bahwa proses konsolidasi program antarlembaga sedang berlangsung sejak pelantikannya, meski struktur akhir belum final.

Selain dua kementerian utama, Bahlil menyiratkan kemungkinan masuknya Kementerian Perindustrian ke dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi. Alasannya, karena hilirisasi tidak terlepas dari upaya industrialisasi yang menuntut sinergi antara sektor pertambangan, energi, dan manufaktur. Ia menyebut bahwa keberadaan kementerian ini masih dalam pertimbangan, tergantung pada hasil evaluasi dan harmonisasi kebijakan.

Proses finalisasi struktur kelembagaan masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang sedang dalam pembahasan. Bahlil menegaskan bahwa meskipun ada arahan awal, keputusan akhir belum dikeluarkan, dan pemerintah tetap berkomitmen pada pendekatan konsultatif serta kajian mendalam agar kebijakan yang dihasilkan efektif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya