Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.12 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor batu bara mencapai Rp165 triliun pada akhir tahun 2026. Angka ini melampaui target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp133,63 triliun, dan dirancang sebagai dukungan strategis untuk menekan defisit anggaran yang terkait dengan subsidi bahan bakar minyak. Target tersebut disampaikan dalam rapat kabinet paripurna di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Hingga Oktober 2026, realisasi PNBP batu bara telah mencapai Rp127,74 triliun, setara dengan 98,42 persen dari target APBN. Bahlil menekankan bahwa pencapaian ini menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat posisi keuangan negara, terutama dalam konteks kenaikan harga komoditas global yang berdampak pada nilai ekspor.
Meskipun volume ekspor batu bara mengalami penurunan dari 374 juta ton pada Januari–September 2025 menjadi 343 juta ton pada periode yang sama tahun ini, nilai ekspor justru meningkat signifikan. Pada periode tersebut, nilai ekspor naik dari US$21 miliar menjadi US$23,71 miliar, menunjukkan efisiensi dan kenaikan harga rata-rata per ton meskipun volume menurun.
Bahlil menilai kenaikan nilai tersebut sebagai bukti efektivitas kebijakan pengelolaan sumber daya mineral yang berfokus pada nilai tambah dan stabilitas harga pasar global. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini tak hanya mendorong kinerja keuangan negara, tetapi juga mendukung program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi fokus koordinasi kementeriannya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

PT KEL Soroti Ketidaktransparanan Penertiban Tambang di Nabire
Kuasa hukum PT Kristalin Ekalestari menyoroti proses penertiban tambang di Nabire yang dinilai tidak transparan, sekaligus meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Satgas PKH.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

