Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Baliho Serukan Mamdani Kembali ke Gaza di Tel Aviv

Sebuah baliho di Tel Aviv menyerukan agar Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali ke Gaza, memperkuat ketegangan politik pasca-pernyataannya soal genosida di Palestina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Baliho Serukan Mamdani Kembali ke Gaza di Tel Aviv📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah baliho besar yang memuat pesan "Kembali ke Gaza, Mamdani" muncul secara tiba-tiba di kawasan Tel Aviv, menarik perhatian publik internasional. Pesan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Baliho tersebut menjadi simbol protes terhadap pernyataan Mamdani yang menyebut aksi militer Israel di Gaza sebagai bentuk genosida yang berkelanjutan.

Pernyataan Mamdani mengenai kebijakan Israel di Gaza menimbulkan reaksi keras dari Netanyahu, yang menuduhnya menyebarkan informasi yang tidak akurat dan menyesatkan. Dalam komentar publik, Netanyahu menyerukan pembebasan atas tuduhan yang disampaikan Mamdani, termasuk seruan agar dirinya ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional. Sementara itu, Mamdani tetap bersikeras bahwa kebijakan Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian warga sipil di Gaza.

Kemunculan baliho di Tel Aviv dipandang sebagai bentuk ekspresi politik yang menunjukkan ketegangan narasi global mengenai konflik Gaza. Pemakaian ruang publik untuk menyampaikan pesan mendesak terhadap tokoh internasional menunjukkan dinamika baru dalam perdebatan global soal hak asasi manusia dan kewajiban hukum internasional. Posisi Mamdani, yang menekankan keberpihakan terhadap korban perang, menjadi pusat perdebatan antara kedaulatan negara dan tanggung jawab global.

Kendati kontroversial, peristiwa ini menegaskan pentingnya ruang publik sebagai medium kritik terhadap kebijakan luar negeri yang dipandang melanggar norma kemanusiaan. Seruan untuk kembali ke Gaza bukan sekadar ajakan retoris, tetapi juga bentuk desakan terhadap pemimpin dunia untuk mengakui realitas yang dihadapi warga Palestina. Momentum ini mendorong diskusi lebih dalam mengenai keterkaitan antara kebijakan politik dan tanggung jawab hukum internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya