Baliho Serukan Mamdani Kembali ke Gaza di Tel Aviv
Sebuah baliho di Tel Aviv menyerukan agar Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali ke Gaza, memperkuat ketegangan politik pasca-pernyataannya soal genosida di Palestina.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah baliho besar yang memuat pesan "Kembali ke Gaza, Mamdani" muncul secara tiba-tiba di kawasan Tel Aviv, menarik perhatian publik internasional. Pesan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Baliho tersebut menjadi simbol protes terhadap pernyataan Mamdani yang menyebut aksi militer Israel di Gaza sebagai bentuk genosida yang berkelanjutan.
Pernyataan Mamdani mengenai kebijakan Israel di Gaza menimbulkan reaksi keras dari Netanyahu, yang menuduhnya menyebarkan informasi yang tidak akurat dan menyesatkan. Dalam komentar publik, Netanyahu menyerukan pembebasan atas tuduhan yang disampaikan Mamdani, termasuk seruan agar dirinya ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional. Sementara itu, Mamdani tetap bersikeras bahwa kebijakan Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian warga sipil di Gaza.
Kemunculan baliho di Tel Aviv dipandang sebagai bentuk ekspresi politik yang menunjukkan ketegangan narasi global mengenai konflik Gaza. Pemakaian ruang publik untuk menyampaikan pesan mendesak terhadap tokoh internasional menunjukkan dinamika baru dalam perdebatan global soal hak asasi manusia dan kewajiban hukum internasional. Posisi Mamdani, yang menekankan keberpihakan terhadap korban perang, menjadi pusat perdebatan antara kedaulatan negara dan tanggung jawab global.
Kendati kontroversial, peristiwa ini menegaskan pentingnya ruang publik sebagai medium kritik terhadap kebijakan luar negeri yang dipandang melanggar norma kemanusiaan. Seruan untuk kembali ke Gaza bukan sekadar ajakan retoris, tetapi juga bentuk desakan terhadap pemimpin dunia untuk mengakui realitas yang dihadapi warga Palestina. Momentum ini mendorong diskusi lebih dalam mengenai keterkaitan antara kebijakan politik dan tanggung jawab hukum internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aturan Baru Perlindungan Ketenagakerjaan Resmi Berlaku, Apindo Tunggu Naskah Resmi
Apindo menunggu naskah resmi UU Perlindungan Ketenagakerjaan sebelum memberikan penilaian, meski mengakui adanya indikasi ke arah aturan lama terkait outsourcing.
9 Oktober 2026

PP Tunas Dorong Transformasi Keamanan Digital untuk Anak
Regulasi PP Tunas mulai berdampak nyata dengan penonaktifan jutaan akun anak dan perubahan desain fitur platform digital di Indonesia.
9 Oktober 2026

Golkar Tetapkan Prabowo Calon Presiden 2029
Partai Golkar secara resmi menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk pemilu 2029, sementara posisi cawapres masih dalam proses penentuan menyusul hasil evaluasi pemerintahan saat ini.
9 Oktober 2026

DPR Diminta Tindak Lanjuti Pertimbangan MK soal Ijazah Gibran
DPR diminta menindaklanjuti pertimbangan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan tidak menemukan bukti ijazah Gibran sebagai syarat pencalonan wakil presiden.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas dengan Tekanan Penurunan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

Danantara Percepat Integrasi BUMN Karya Hingga Akhir 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Thomas Sugiarto Resmi Jabat Dirut Garuda Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Mediasi Gugatan Rp1 Miliar ke Erin Gagal, Perkara Lanjut ke Persidangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

Betrand Peto Bantah Video Pesta Viral, Sebut Rekaman Dicuri dan Dipotong Ilegal
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

Bek Persib Diduga Jadi Korban Rasisme Saat Lawan Port FC
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA

