Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara Riyadh Tertutup Akibat Serangan, Penerbangan ke Indonesia Terdampak

Penerbangan internasional melalui Riyadh mengalami pembatalan dan penyesuaian rute akibat serangan rudal yang menghantam bandara, sementara penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi tetap beroperasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
Bandara Riyadh Tertutup Akibat Serangan, Penerbangan ke Indonesia Terdampak📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kini memantau secara intensif dampak insiden keamanan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, terhadap penerbangan internasional yang melibatkan rute transit melalui kota tersebut. Peristiwa ini muncul setelah serangan rudal balistik oleh kelompok Houthi menargetkan fasilitas bandara, menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban jiwa. Sebagai respons, otoritas penerbangan Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional bandara hingga situasi dinilai aman kembali.

Berdasarkan pemantauan terbaru per 12 Oktober 2026, sejumlah maskapai internasional telah mengambil langkah antisipatif. Qatar Airways membatalkan penerbangan rute Doha-Riyadh dan sebaliknya pada 9 dan 10 Oktober, dengan menyalurkan penumpang melalui rute alternatif di dalam wilayah Arab Saudi. Emirates juga menunda sejumlah penerbangan ke dan dari Riyadh, Jeddah, Madinah, serta Dammam, sementara maskapai lainnya menerapkan penyesuaian rute, pembatalan sementara, atau penghentian layanan ke Riyadh.

Di tengah gejolak tersebut, penerbangan langsung antara Indonesia dan Arab Saudi tetap berjalan normal. Garuda Indonesia dan Lion Air tercatat masih melayani rute ke Jeddah, sementara Saudia tetap menjalankan penerbangan sesuai jadwal yang tercantum dalam data operasional. Kemenhub menegaskan bahwa operasional penerbangan langsung tidak terganggu, namun tetap mengimbau penumpang untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan maskapai dan otoritas penerbangan internasional untuk memastikan informasi yang diterima publik akurat dan tepat waktu. Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui Riyadh diminta untuk waspada, memeriksa jadwal secara berkala, dan segera menghubungi maskapai jika terjadi perubahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya