Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Batik dan Tenun Nusantara Tampilkan Keunggulan di Paris

Kolaborasi desainer Indonesia dan Prancis memperkenalkan batik Mojokerto dan tenun Lombok dalam ajang Premiere Classe Paris, menarik minat kalangan profesional mode global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Batik dan Tenun Nusantara Tampilkan Keunggulan di Paris📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah deru industri mode internasional, ajang Premiere Classe di Jardin des Tuileries menjadi wadah penting bagi pelaku kreatif dari berbagai belahan dunia. Dalam gelaran tahunan yang fokus pada bisnis dan kolaborasi, dua karya hasil kolaborasi desainer Indonesia dan Prancis berhasil menarik perhatian para buyer dan profesional mode. Karya tersebut, bertajuk *Garuda* dan *Au Large*, mengangkat warisan tekstil Nusantara dengan pendekatan kontemporer, menunjukkan potensi budaya lokal dalam ranah global.

*Garuda*, hasil kerja sama Beatrice Angelica dan Mickael Nana, menggabungkan tenun Lombok dengan siluet busana bernuansa Eropa, menciptakan dialog antara tradisi dan modernitas. Sementara *Au Large*, hasil kolaborasi Gabriel Marcella dan Lisa Rayar, memakai batik Mojokerto sebagai simbol perjumpaan antara maritim Prancis dan komunitas pesisir utara Jawa. Keduanya sebelumnya telah dipamerkan dalam JF3 Fashion Festival 2026, namun Premiere Classe menjadi panggung lebih luas untuk menjangkau pasar internasional.

Respons dari pengunjung menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki latar belakang budaya dan proses produksi yang rumit. Gabriel mencatat bahwa banyak yang menyadari batik dalam koleksi *Au Large* bukan lagi bentuk tradisional, melainkan interpretasi modern yang mempertahankan nilai-nilai asli. Sementara itu, Beatrice menyampaikan kejutan pengunjung saat mengetahui tenun Lombok bukan hasil bordir, melainkan karya tangan yang memakan waktu bertahun-tahun untuk satu potong busana.

Ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang koneksi strategis bagi pelaku industri kreatif. Dengan peserta yang terdiri dari buyer, stylist, dan manajer department store, Premiere Classe menjamin akses ke pasar yang sudah terkurasi. Menurut Thresia Mareta, pendiri Pintu Incubator, kehadiran di sini jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan showroom secara mandiri. Ia menegaskan bahwa kesiapan matang—mulai dari desain, produksi, hingga branding—diperlukan untuk masuk pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya