Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Imbau Waspada Modus Investasi Ilegal di Era Digital

BEI memperingatkan risiko investasi ilegal dan penipuan digital, khususnya bagi generasi muda yang semakin aktif di pasar modal digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
BEI Imbau Waspada Modus Investasi Ilegal di Era Digital📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal yang kian marak berkat kemudahan akses ke platform digital. Peringatan ini disampaikan dalam rangkaian acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026, bagian dari World Investor Week yang mengusung tema “Invest in your future, protect it today”. Kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman dan ketahanan investor di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum BEI, Umi Kulsum, menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum melakukan keputusan investasi. Ia menekankan bahwa masyarakat harus tidak langsung mempercayai narasi yang beredar, terutama yang menjanjikan imbal hasil tinggi tanpa risiko. Keamanan data pribadi juga menjadi fokus utama, mengingat maraknya modus penipuan yang memanfaatkan informasi sensitif.

Beberapa data menunjukkan bahwa lebih dari 32 juta investor di pasar modal Indonesia berasal dari kalangan muda yang lebih akrab dengan digital. Kelompok ini dinilai rentan terhadap informasi tidak terverifikasi atau penipuan yang mengandalkan kecepatan dan daya tarik visual. BEI merespons dengan mengusung tiga prinsip utama: Stay Smart, Stay Alert, dan Stay Resilient — mengajak investor untuk bijak memilih produk, skeptis terhadap promosi berlebihan, serta konsisten dalam strategi keuangan.

Untuk memperluas cakupan edukasi, BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga self-regulatory organization (SRO), dan anggota bursa dalam menyebarkan literasi keuangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama praktisi keuangan dan konten kreator, yang menyajikan panduan konkret untuk melindungi diri dan keluarga dari praktik investasi menyesatkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global yang digerakkan oleh IOSCO sejak 2017, diikuti 62 bursa efek dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya