Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bek Persib Diduga Jadi Korban Rasisme Saat Lawan Port FC

Bek Persib Gabriel Mutombo diduga mengalami pelecehan rasisme dari pemain Port FC dalam laga perdana ASEAN Club Championship 2026/2027 di Thailand, disampaikan langsung oleh rekan setimnya, Luka Menalo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Bek Persib Diduga Jadi Korban Rasisme Saat Lawan Port FC📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan pembuka Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 antara Persib Bandung dan Port FC di Stadion Thammasat, Thailand, Kamis (8/10), berakhir dengan kekhawatiran serius menyusul dugaan tindakan rasisme terhadap bek asal Kongo, Gabriel Mutombo. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan sempat terhenti sejenak, menyusul adanya laporan dari pemain Persib yang merasa ada perbuatan tidak pantas terhadap rekan satu timnya.

Luka Menalo, penyerang Persib yang turut hadir dalam pertandingan, mengungkapkan langsung dari Mutombo bahwa salah satu pemain Port FC mengucapkan kata-kata yang bernada diskriminatif selama laga. Meski Menalo tidak mendengar secara langsung, ia menyatakan penuh kepercayaan terhadap cerita yang disampaikan rekannya. “Gabi mengatakan hal itu secara langsung. Saya tidak berada di dekatnya, tapi saya percaya sepenuhnya. Dia bukan tipe orang yang membuat kebohongan,” ujarnya.

Menalo menekankan bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai sepak bola modern. Ia menyayangkan masih adanya praktik diskriminatif di tengah kemajuan yang telah dicapai dalam dunia olahraga. “Tidak ada ruang untuk rasisme dalam sepak bola, apalagi jika kita peduli pada sesama pemain. Tahun 2026, kita masih harus membicarakan ini? Itu benar-benar menyesalkan,” kata Menalo.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain Persib mendukung Mutombo sepenuhnya, baik secara emosional maupun moral. Menurut Menalo, kebersamaan di dalam tim sudah seperti keluarga, sehingga setiap anggota wajib menjaga dan melindungi satu sama lain. Ia mendesak otoritas kompetisi untuk menyelidiki insiden tersebut dan memberikan sanksi tegas jika terbukti benar. “Jika memang terjadi, dia tidak punya alasan berbohong. Hukuman harus diberikan,” tegasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya