Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bergson Sindir Injury Time Setelah Indonesia ke Final ASEAN Cup

Striker Malaysia Bergson da Silva menyoroti perubahan injury time dalam laga Indonesia vs Bangladesh yang berakhir 9-2, menyebut keuntungan signifikan bagi timnas Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Bergson Sindir Injury Time Setelah Indonesia ke Final ASEAN Cup📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kemenangan telak Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 di Stadion Utama GBK menjadi kunci keberhasilan timnas meraih tiket final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan itu diraih setelah dua gol tercipta dalam rentang waktu hanya satu menit di akhir babak kedua, menyusul perubahan tambahan waktu injury time dari dua menit menjadi tujuh menit. Keputusan tersebut menjadi sorotan tajam dari striker naturalisasi Malaysia, Bergson da Silva, yang menilai ada ketidakseimbangan dalam penilaian wasit.

Bergson mengungkapkan ketidakpuasan melalui komentar di media sosial, menekankan bahwa perubahan durasi injury time justru memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Ia menyoroti bahwa sebelumnya layar menunjukkan waktu tambahan hanya dua menit, namun tiba-tiba diperpanjang menjadi tujuh menit, memungkinkan Indonesia mencetak dua gol kemenangan dalam waktu singkat. Ia menekankan bahwa hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keadilan dalam penilaian wasit.

Pemain asal Brasil ini juga menyebut keuntungan struktural yang dirasakan timnas Indonesia sepanjang turnamen, termasuk jadwal pertandingan yang dimainkan pada malam hari di Jakarta, sementara tim lain seperti Malaysia dan Singapura harus bermain sore hari di Bandung dengan jeda pertandingan hanya dua hari sekali. Menurutnya, perbedaan kondisi tersebut memengaruhi performa dan kesiapan fisik tim.

Pernyataan Bergson yang menyoroti perbedaan waktu dan jadwal pertandingan langsung menjadi viral di media sosial, memicu perdebatan mengenai keadilan dalam penyelenggaraan turnamen. Meski terdengar kritis, komentar tersebut mencerminkan ketegangan emosional dari tim yang gagal melaju ke final setelah sebelumnya unggul 5-0 atas Singapura. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit dan sistem pertandingan yang berlaku.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya