Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG

Badan Gizi Nasional menghentikan pegawai SPPG Bantul yang diduga meledek siswi korban keracunan MBG, sebagai bentuk penegakan etika dan tanggung jawab komunikasi publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengeluarkan keputusan pemecatan terhadap seorang pegawai SPPG Dlingo, Bantul, atas dugaan pelecehan terhadap seorang siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dikabarkan mengalami kehilangan ingatan akibat keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai profesionalisme, empati, dan kemanusiaan dalam pelayanan publik.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak sesuai dengan standar perilaku yang diharapkan dari seluruh jajaran SPPG. Ia menyampaikan bahwa pemberhentian dilakukan setelah proses penanganan internal sesuai aturan, sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kejadian yang menimpa korban. Gagat menekankan bahwa kinerja dalam program MBG tidak hanya dinilai dari aspek teknis, tetapi juga dari aspek etika, empati, dan respons sosial yang dibawa oleh setiap pelaku program.

Dalam keterangan resmi, Gagat menegaskan bahwa setiap pernyataan atau tindakan oleh personel SPPG, terutama di ruang publik atau media sosial, harus dipertimbangkan secara matang karena dapat memengaruhi citra dan kepercayaan masyarakat terhadap program nasional. Ia mengingatkan bahwa kasus keracunan MBG bukanlah bahan canda, melainkan momen serius yang menuntut sikap saling menghargai dan kepedulian.

Gagat juga menginstruksikan seluruh jajaran BGN DIY untuk fokus pada peningkatan kualitas layanan, penerapan standar keamanan pangan, kedisiplinan, serta komunikasi yang profesional. Ia menekankan pentingnya menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk perbaikan sistem, bukan sebagai bahan polemik. Dengan perhatian publik yang tinggi terhadap MBG, kinerja harus terus ditingkatkan untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Korban, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, yang sempat mengalami gangguan kognitif akibat keracunan MBG, kini telah diperbolehkan pulang ke rumah dan akan kembali menempuh pendidikan setelah menjalani perawatan intensif di RSCM. Respons tegas dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas video yang menampilkan tindakan oknum pegawai tersebut turut menekankan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman, ramah, dan bebas dari pelecehan, terutama terhadap anak-anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya