Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Ungkap Yayasan "Gabut" Paksa Mitra Bayar Per Ompreng

Badan Gizi Nasional temukan yayasan menaungi dapur gratis tanpa kontribusi, malah memungut dana dari mitra berdasarkan jumlah ompreng.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
BGN Ungkap Yayasan "Gabut" Paksa Mitra Bayar Per Ompreng📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap praktik tidak sesuai mekanisme dalam pengelolaan program Dapur Makan Bergizi (MBG) yang melibatkan sejumlah yayasan sebagai pihak penaung. Temuan ini muncul saat BGN melakukan proses registrasi ulang kerja sama dengan yayasan dan mitra pengelola SPPG di berbagai daerah. Salah satu temuan krusial adalah adanya yayasan yang tidak aktif dalam operasional maupun pembinaan dapur, namun tetap meminta mitra menyetorkan dana per ompreng yang disalurkan.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa keberadaan yayasan semacam itu justru menimbulkan beban finansial tambahan bagi mitra, padahal tidak memberikan kontribusi nyata. “Yayasan tersebut tidak melakukan pembinaan, tidak hadir di lapangan, tidak mengelola operasional, bahkan tidak ikut memastikan kualitas makanan yang disalurkan, namun tetap mengambil bagian dari dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan penerima manfaat,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi.

Untuk menjamin efisiensi, keadilan, dan akuntabilitas anggaran, BGN memberikan kesempatan kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan penaung. Langkah ini dilakukan demi memastikan dana MBG benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat. BGN menyediakan dua portal registrasi terpisah—satu untuk yayasan dan satu untuk mitra—sebagai sarana pengajuan pergantian pihak penaung beserta bukti pelanggaran atau kerugian yang dialami.

Proses ini diharapkan mendorong terbentuknya kemitraan yang lebih sehat dan transparan, di mana anggaran program tidak diserap oleh pihak yang tidak berkontribusi. Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berkontribusi pada kualitas makanan, kecukupan gizi, dan pertanggungjawaban program yang dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya