BI Laporkan Stabilitas Rupiah dan Inflasi ke Prabowo
Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan laporan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi inti 2,8% serta volatile food inflation 5% kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.17 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan evaluasi terkini mengenai stabilitas moneter kepada Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama laporan mencakup perkembangan inflasi inti dan dinamika nilai tukar rupiah dalam konteks tekanan eksternal yang masih tinggi. Destry menegaskan bahwa BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas rupiah melalui pendekatan holistik, baik dari sisi inflasi maupun kurs.
Inflasi inti pada September tercatat sebesar 2,8%, menunjukkan tekanan harga yang masih terkendali dan berada dalam koridor yang diharapkan. Namun, inflasi bahan pangan atau volatile food inflation mencapai 5%, di atas target BI yang ditetapkan pada 2,5% plus minus 1%. Destry menyampaikan bahwa koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian sedang dilakukan untuk menekan angka tersebut ke dalam batas aman, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga secara menyeluruh.
Di sisi nilai tukar, Destry menginformasikan bahwa volatilitas pasar global masih signifikan, terutama menyusul kebijakan moneter AS yang cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama. Prediksi kenaikan suku bunga Fed Funds Rate di bulan Oktober dinilai semakin kecil, namun tetap menjadi tantangan bagi rupiah. Meski demikian, BI berhasil menjaga stabilitas rupiah selama dua hari terakhir, meski dengan sedikit perlambatan yang sejalan dengan tren beberapa negara berkembang lainnya.
Untuk menjaga ketahanan nilai tukar, BI telah menerapkan berbagai instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar spot, NDF, DNDF, serta insentif biaya hedging yang telah berlaku sejak akhir Juli. Langkah ini efektif menarik aliran modal asing, terbukti dengan masuknya dana dalam bentuk FX swap dan DNDF senilai sekitar US$8 hingga US$9 miliar. Destry menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden agar BI terus memantau dan memanfaatkan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

