BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Tekanan Dolar
Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar keuangan untuk menstabilkan rupiah yang melemah akibat sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) kembali melakukan langkah strategis di pasar keuangan untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, menyusul pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat (16/10/2026). Pada pembukaan perdagangan, rupiah melemah 0,33% ke level Rp17.980 per dolar AS, dan hanya dua menit kemudian, turun lebih dalam hingga menyentuh Rp18.000/US$. Langkah ini menjadi respons terhadap fluktuasi pasar yang dipicu oleh dinamika global yang memperkuat dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan komitmen BI untuk tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamental ekonomi. Intervensi dilakukan secara konsisten melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Tujuannya adalah menjaga mekanisme pasar tetap berjalan efektif.
Erwin menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah hari ini didorong oleh meningkatnya sentimen risk-off di tingkat global, yang mendorong aliran dana ke aset aman seperti dolar AS. Hal ini berdampak pada arus keluar modal dari aset portofolio di pasar dalam negeri, yang diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat. Meski demikian, pelemahan rupiah tetap terkendali, tercatat hanya 0,28% sejak awal kuartal (quarter-to-date), sejalan dengan tren mata uang kawasan lainnya.
Kondisi eksternal Indonesia tetap terjaga, dengan cadangan devisa yang stabil di angka USD146,3 miliar pada akhir September 2026. BI juga memastikan likuiditas pasar tetap cukup dan struktur suku bunga dikelola secara optimal. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dalam menghadapi volatilitas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

