BI Perkuat Respons Kebijakan Pasca Asesmen MSCI
Bank Indonesia memperkuat langkah antisipatif setelah asesmen MSCI, dengan diskusi intensif dua hari dan optimalkan insentif untuk dorong kembali arus modal asing.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia telah melakukan evaluasi mendalam terhadap dinamika pasar keuangan domestik pasca pengumuman asesmen Morgan Stanley Capital International (MSCI), dengan fokus utama pada stabilitas nilai tukar rupiah dan arus modal asing. Gubernur BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa selama dua hari, Dewan Gubernur menggelar rapat intensif untuk menyusun respons kebijakan yang tepat sasaran, menyusul tekanan terhadap pasar modal dan pergerakan kapital keluar. Meski rupiah mengalami depresiasi, BI menilai kondisi tersebut masih dalam kisaran normal mengingat ketidakpastian yang melanda pasar regional.
Upaya utama BI kini difokuskan pada pemulihan arus modal asing yang keluar, dengan strategi mengoptimalkan insentif bagi investor. Penekanan diberikan pada penguatan daya tarik aset keuangan domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta pendanaan melalui pinjaman. Salah satu instrumen kunci yang dimaksimalkan adalah insentif transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), yang mampu menekan biaya lindung nilai hingga 45 persen bagi investor asing. Insentif ini telah berlaku sejak Juni hingga Oktober, sebagai bagian dari upaya menarik kembali modal yang mengalir keluar.
Destry menegaskan bahwa penyesuaian harga atau repricing pada SBN menjadi kunci strategi untuk meningkatkan imbal hasil relatif terhadap aset berdenominasi dolar AS. Dengan kombinasi insentif biaya hedging yang lebih besar dan peningkatan spread imbal hasil, BI berharap pasar domestik menjadi lebih menarik secara kompetitif. Fokus utama tetap pada stabilitas sistem keuangan, namun tetap mempertimbangkan momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak terganggu oleh kebijakan yang terlalu ketat.
BI yakin bahwa pendekatan terarah, yang menggabungkan penyesuaian harga aset dan pemberian insentif, dapat memicu kembali arus modal masuk secara berkelanjutan. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar rupiah dapat dipertahankan di tengah tekanan global, sekaligus menjaga keseimbangan antara kestabilan dan pertumbuhan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

