BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Intervensi Pasar
Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing untuk menopang rupiah yang melemah di tengah tekanan sentimen global dan kenaikan harga minyak dunia.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia kembali mengerahkan berbagai instrumen pasar untuk menopang nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan pada awal pekan ini. Penurunan tajam terjadi pada perdagangan Jumat (16/10), ketika rupiah sempat melemah ke level Rp18.038 per dolar AS, turun 0,56 persen dari posisi sebelumnya. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar dari aset portofolio domestik.
Intervensi dilakukan secara konsisten melalui sejumlah mekanisme, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, serta aktivitas spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri. Selain itu, BI juga memanfaatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menyeimbangkan likuiditas dan menjaga keseimbangan pasar. Kebijakan ini bertujuan memastikan nilai tukar rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi makro.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan komitmen bank sentral untuk tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menekankan bahwa kebijakan ini dilakukan tanpa mengganggu mekanisme pasar yang sehat, sambil terus memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar, korporasi, dan lembaga terkait lainnya.
Secara kinerja, rupiah tercatat melemah hanya 0,28 persen secara kuartal-tahunan (QTD), menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan mata uang kawasan lain. Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar US$146,3 miliar, menjadi dukungan kuat bagi stabilitas nilai tukar. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak antara Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS hari ini, dengan tekanan utama berasal dari eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

