Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Intervensi Pasar

Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing untuk menopang rupiah yang melemah di tengah tekanan sentimen global dan kenaikan harga minyak dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Intervensi Pasar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia kembali mengerahkan berbagai instrumen pasar untuk menopang nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan pada awal pekan ini. Penurunan tajam terjadi pada perdagangan Jumat (16/10), ketika rupiah sempat melemah ke level Rp18.038 per dolar AS, turun 0,56 persen dari posisi sebelumnya. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar dari aset portofolio domestik.

Intervensi dilakukan secara konsisten melalui sejumlah mekanisme, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, serta aktivitas spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri. Selain itu, BI juga memanfaatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menyeimbangkan likuiditas dan menjaga keseimbangan pasar. Kebijakan ini bertujuan memastikan nilai tukar rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi makro.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan komitmen bank sentral untuk tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menekankan bahwa kebijakan ini dilakukan tanpa mengganggu mekanisme pasar yang sehat, sambil terus memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar, korporasi, dan lembaga terkait lainnya.

Secara kinerja, rupiah tercatat melemah hanya 0,28 persen secara kuartal-tahunan (QTD), menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan mata uang kawasan lain. Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar US$146,3 miliar, menjadi dukungan kuat bagi stabilitas nilai tukar. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak antara Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS hari ini, dengan tekanan utama berasal dari eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya