Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Pembelian SBN Rp135 Triliun

Bank Indonesia telah menyerap Surat Berharga Negara di pasar sekunder senilai Rp135 triliun hingga Oktober 2026 untuk menopang likuiditas dan menahan tekanan capital outflow.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 69x dibuka
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Pembelian SBN Rp135 Triliun📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia secara konsisten melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sejak awal tahun hingga bulan Oktober 2026, mencapai total sekitar Rp135 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga keseimbangan likuiditas di sistem keuangan nasional. Pembiayaan intervensi pasar dilakukan secara terukur, dengan fokus pada pencegahan gejolak akibat arus modal keluar yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi domestik.

Dalam paparannya di Jakarta, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa pembelian SBN bukan hanya untuk menambah likuiditas, tetapi juga sebagai alat antisipasi terhadap aksi jual besar-besaran oleh investor yang dapat memicu tekanan berkelanjutan terhadap kurs rupiah. Pada bulan Oktober saja, nilai pembelian mencapai sekitar Rp13 triliun, menunjukkan konsistensi kebijakan dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Pembelian SBN oleh bank sentral berlangsung secara terukur dan berbasis pada analisis risiko pasar serta kondisi likuiditas yang terus dipantau. Kegiatan ini dilakukan tanpa mengganggu kemandirian kebijakan moneter jangka panjang, sambil tetap menjaga kredibilitas pemerintah dalam pengelolaan utang negara. Kebijakan ini menunjukkan fleksibilitas BI dalam merespons perubahan pasar tanpa mengubah arah kebijakan makroekonomi utama.

Tujuan utama dari intervensi ini adalah menjaga ketahanan sistem keuangan nasional terhadap tekanan eksternal, terutama dalam konteks volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal. Dengan menyerap SBN secara aktif, BI mampu memperkuat permintaan di pasar obligasi, menekan tekanan penurunan kurs, serta memastikan likuiditas tetap tersedia bagi lembaga keuangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi komprehensif dalam menjaga stabilitas ekonomi makro secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya