Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Perlahan Turunkan Surat Utang untuk Seimbangkan Likuiditas

Bank Indonesia secara bertahap mengurangi penerbitan surat utang jangka pendek guna memperluas likuiditas di pasar uang dan menyeimbangkan aliran dana antar tenor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BI Perlahan Turunkan Surat Utang untuk Seimbangkan Likuiditas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) mempercepat langkah penyesuaian likuiditas dengan menurunkan secara bertahap penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), instrumen utang jangka pendek yang sebelumnya menyerap dana besar. Tujuan utamanya adalah membebaskan dana yang sebelumnya terkunci dalam tenor panjang agar lebih mudah bergerak di pasar uang jangka pendek dan menengah. Langkah ini dilakukan secara terukur, bukan tiba-tiba, guna menjaga stabilitas pasar tanpa menimbulkan gejolak.

Posisi SRBI pernah mencapai puncak tertinggi sekitar Rp1.070 triliun, namun kini telah turun ke kisaran Rp900 triliun. Dari penurunan ini, BI memperkirakan telah melepaskan likuiditas sekitar Rp150 triliun dari level tertinggi. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, penyesuaian ini merupakan bagian dari kalibrasi terus-menerus terhadap volume dan imbal hasil SRBI, yang disesuaikan dengan dinamika pasar.

Dengan mengurangi SRBI secara bertahap, BI berupaya menyeimbangkan distribusi likuiditas antara instrumen jangka panjang dan pendek. SRBI dengan tenor 6, 9, dan 12 bulan sebelumnya menyerap sebagian besar dana pasar, sehingga membatasi perputaran likuiditas harian. Penurunan volume SRBI diharapkan memperkuat transmisi kebijakan moneter dari BI Rate ke pasar uang dan selanjutnya ke sektor perbankan, serta menjaga suku bunga pasar tetap dalam koridor yang diharapkan.

BI juga memastikan ketersediaan instrumen likuiditas alternatif bagi perbankan. Fasilitas reposi tersedia dengan tenor mulai dari satu minggu hingga 12 bulan, serta fasilitas swap valas untuk bank yang memiliki likuiditas asing namun belum memiliki surat berharga. Semua instrumen ini dirancang untuk menangani ketidaksesuaian jatuh tempo antara dana yang dihimpun (jangka pendek) dan penyaluran kredit (jangka panjang), sehingga mendukung keberlanjutan operasional perbankan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya