BI Perlahan Turunkan Surat Utang untuk Seimbangkan Likuiditas
Bank Indonesia secara bertahap mengurangi penerbitan surat utang jangka pendek guna memperluas likuiditas di pasar uang dan menyeimbangkan aliran dana antar tenor.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) mempercepat langkah penyesuaian likuiditas dengan menurunkan secara bertahap penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), instrumen utang jangka pendek yang sebelumnya menyerap dana besar. Tujuan utamanya adalah membebaskan dana yang sebelumnya terkunci dalam tenor panjang agar lebih mudah bergerak di pasar uang jangka pendek dan menengah. Langkah ini dilakukan secara terukur, bukan tiba-tiba, guna menjaga stabilitas pasar tanpa menimbulkan gejolak.
Posisi SRBI pernah mencapai puncak tertinggi sekitar Rp1.070 triliun, namun kini telah turun ke kisaran Rp900 triliun. Dari penurunan ini, BI memperkirakan telah melepaskan likuiditas sekitar Rp150 triliun dari level tertinggi. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, penyesuaian ini merupakan bagian dari kalibrasi terus-menerus terhadap volume dan imbal hasil SRBI, yang disesuaikan dengan dinamika pasar.
Dengan mengurangi SRBI secara bertahap, BI berupaya menyeimbangkan distribusi likuiditas antara instrumen jangka panjang dan pendek. SRBI dengan tenor 6, 9, dan 12 bulan sebelumnya menyerap sebagian besar dana pasar, sehingga membatasi perputaran likuiditas harian. Penurunan volume SRBI diharapkan memperkuat transmisi kebijakan moneter dari BI Rate ke pasar uang dan selanjutnya ke sektor perbankan, serta menjaga suku bunga pasar tetap dalam koridor yang diharapkan.
BI juga memastikan ketersediaan instrumen likuiditas alternatif bagi perbankan. Fasilitas reposi tersedia dengan tenor mulai dari satu minggu hingga 12 bulan, serta fasilitas swap valas untuk bank yang memiliki likuiditas asing namun belum memiliki surat berharga. Semua instrumen ini dirancang untuk menangani ketidaksesuaian jatuh tempo antara dana yang dihimpun (jangka pendek) dan penyaluran kredit (jangka panjang), sehingga mendukung keberlanjutan operasional perbankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

