BI Pertahankan Stabilitas Pasar Saat MSCI Kaji Klasifikasi Indonesia
Bank Indonesia menilai tekanan pasar akibat ancaman klasifikasi ulang oleh MSCI masih dalam batas normal, sambil memperkuat insentif untuk menarik kembali aliran modal asing.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menyatakan tetap waspada terhadap dinamika pasar keuangan domestik menyusul pengumuman konsultasi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap dampak sentimen tersebut, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. Namun, ia menilai tekanan tersebut tidak melampaui batas normal, mengingat kondisi pasar regional saat ini juga tidak kondusif.
Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan (RDGB) Oktober 2026, Destry menekankan bahwa BI tetap mengawasi aliran modal keluar secara ketat. Langkah mitigasi yang diambil fokus pada pemulihan aliran masuk modal asing (inflow) melalui pendekatan yang lebih strategis. Kebijakan yang diterapkan dirancang untuk memperkuat daya tarik aset domestik, khususnya bagi investor asing yang mempertimbangkan portofolio di surat berharga negara (SBN), surat berharga repatriasi (SRBI), serta instrumen pinjaman.
Salah satu instrumen utama yang dimanfaatkan adalah Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), yang memberikan pengurangan biaya lindung nilai hingga 45 persen. Kebijakan ini telah berlaku sejak Juni 2026 dan telah berhasil menarik aliran modal asing sebesar US$9,9 miliar hingga saat ini. BI optimistis, dengan kombinasi insentif yang lebih efektif dan proses penyesuaian harga (repricing) pada aset domestik, selisih imbal hasil antara aset lokal dan aset dolar AS akan menjadi lebih menarik bagi investor global.
MSCI mengumumkan konsultasi pada 16 Oktober 2026 terkait usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari kategori pasar berkembang menjadi pasar mandiri, dengan keputusan akhir ditargetkan pada 30 Juni 2027. Alasan utama meliputi kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum adanya kemajuan konsisten dari reformasi yang diinisiasi otoritas nasional. Selama proses konsultasi, MSCI tetap menahan perubahan indeks saham Indonesia hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

