Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Meski Ramalan Naik

Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada rapat bulanan Oktober 2026, bertolak belakang dengan prediksi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan 25 bps.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Meski Ramalan Naik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia secara resmi memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur bulanan Oktober 2026, mempertahankannya pada posisi 5,75%. Keputusan ini diambil meski sejumlah lembaga keuangan memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin, menunjukkan perbedaan antara ekspektasi pasar dan kebijakan moneter yang diterapkan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam konferensi pers setelah rapat berlangsung di Jakarta.

Hasil pemantauan terhadap 13 institusi keuangan oleh lembaga riset CNBC Indonesia menunjukkan bahwa 10 dari mereka memperkirakan kenaikan suku bunga, sementara tiga lainnya memperkirakan penahanan di level saat ini. Meskipun demikian, BI tetap memilih untuk menjaga stabilitas kebijakan, menekankan pertimbangan terhadap dinamika inflasi, perkembangan nilai tukar rupiah, serta prospek ekonomi domestik dalam jangka menengah.

Pemutusan kenaikan suku bunga ini dilakukan setelah kenaikan kumulatif sebesar 100 bps sejak bulan Mei hingga Juni 2026, yang mengangkat suku bunga acuan dari 4,75% menjadi 5,75%. Kenaikan sebelumnya dilakukan sebagai respons terhadap tekanan inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah, dengan tujuan menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar. Kini, BI memilih menahan posisi tersebut guna menilai dampak kebijakan sebelumnya terhadap aktivitas ekonomi.

Keputusan ini menunjukkan sikap hati-hati BI dalam menyeimbangkan antara kontrol inflasi dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan mempertahankan suku bunga acuan, BI memberi ruang bagi sektor riil untuk pulih tanpa tekanan tambahan dari biaya pinjaman yang meningkat. Tujuan utama tetap pada menjaga keseimbangan stabilitas harga, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya