BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen hingga Akhir 2026
Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam rapat kebijakan moneter akhir Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia resmi mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) pada angka 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026. Keputusan ini menandai kelanjutan kebijakan moneter yang konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi makro, terutama di tengah tekanan eksternal yang semakin intens. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap dinamika inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang tetap menjadi perhatian utama.
Selain BI Rate, bank sentral juga mempertahankan posisi suku bunga deposit facility di 5 persen dan lending facility di 6,5 persen. Dengan tetap menjaga struktur suku bunga, BI berupaya menyeimbangkan antara pengendalian inflasi dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Destry menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik, khususnya dalam konteks penarikan modal asing yang stabil.
Untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, BI memperkuat insentif bagi instrumen DNDF (non-deliverable forward) yang digunakan sebagai lindung nilai. Instrumen ini diharapkan mampu menarik aliran modal asing secara lebih efisien, sekaligus mempercepat proses pendalaman pasar uang dan pasar valas di dalam negeri. Keberhasilan strategi ini dinilai krusial dalam menjaga ketahanan sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Tujuan utama keputusan moneter ini tetap berpijak pada pencapaian target inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen pada tahun 2026 dan 2027. Dengan tetap menjaga konsistensi kebijakan, BI menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga dan keseimbangan makroekonomi. Keputusan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

