BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Fokus Stabilkan Rupiah dan Dorong Pertumbuhan
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% sambil memperkuat instrumen stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan tetap pada angka 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru, menunjukkan komitmen terhadap konsistensi kebijakan moneter di tengah dinamika eksternal yang masih menekan. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada analisis perkembangan data terkini serta proyeksi kondisi perekonomian ke depan, tanpa mengabaikan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.
Peningkatan suku bunga fasilitas deposito menjadi 5% dan fasilitas lending sebesar 6,5% menjadi bagian dari strategi untuk menarik modal asing dan memperkuat ketahanan eksternal. Selain itu, BI memperkuat insentif bagi instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai, yang bertujuan mendorong aliran modal masuk dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan global.
Kebijakan ini sejalan dengan target inflasi tahun 2026 dan 2027 yang ditetapkan pada level 2,5% dengan toleransi ±1%. BI menegaskan bahwa ke depan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk menjaga ketahanan ekonomi, termasuk penyesuaian yang diperlukan jika diperlukan demi menjaga konsistensi stabilitas perekonomian secara menyeluruh.
Di sisi lain, kebijakan makroprudensial diperkuat dengan pendekatan longgar untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, pengembangan sistem pembayaran difokuskan pada perluasan adopsi pembayaran digital, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

