Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Fokus Stabilkan Rupiah dan Dorong Pertumbuhan

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% sambil memperkuat instrumen stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Fokus Stabilkan Rupiah dan Dorong Pertumbuhan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan tetap pada angka 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru, menunjukkan komitmen terhadap konsistensi kebijakan moneter di tengah dinamika eksternal yang masih menekan. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada analisis perkembangan data terkini serta proyeksi kondisi perekonomian ke depan, tanpa mengabaikan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

Peningkatan suku bunga fasilitas deposito menjadi 5% dan fasilitas lending sebesar 6,5% menjadi bagian dari strategi untuk menarik modal asing dan memperkuat ketahanan eksternal. Selain itu, BI memperkuat insentif bagi instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai, yang bertujuan mendorong aliran modal masuk dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan global.

Kebijakan ini sejalan dengan target inflasi tahun 2026 dan 2027 yang ditetapkan pada level 2,5% dengan toleransi ±1%. BI menegaskan bahwa ke depan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk menjaga ketahanan ekonomi, termasuk penyesuaian yang diperlukan jika diperlukan demi menjaga konsistensi stabilitas perekonomian secara menyeluruh.

Di sisi lain, kebijakan makroprudensial diperkuat dengan pendekatan longgar untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, pengembangan sistem pembayaran difokuskan pada perluasan adopsi pembayaran digital, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya