BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp18.000/AS
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% meski pasar memprediksi kenaikan, sementara rupiah berakhir melemah ke level Rp18.000 per dolar AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 60x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menguat sejenak di awal perdagangan, namun akhirnya melemah pada penutupan Rabu (21/10/2026), menetapkan posisi akhir di Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan penurunan sebesar 0,11% atau 20 poin dibandingkan level penutupan sebelumnya pada Rp17.980/AS. Pergerakan harian berlangsung dalam rentang Rp17.964 hingga Rp18.010, dengan tekanan utama berasal dari dinamika pasar global dan kebijakan moneter AS yang tetap ketat.
Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Oktober 2026 menjadi sorotan utama. Keputusan ini mengejutkan pasar, karena dari 13 institusi keuangan yang disurvei, 10 di antaranya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%. BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00%, sementara suku bunga Lending Facility tetap di angka 6,50%, menunjukkan konsistensi kebijakan dalam menjaga stabilitas keuangan.
Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa kebijakan moneter yang tetap stabil ditujukan untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Ia menilai pelemahan rupiah pada 20 Oktober 2026 ke posisi Rp17.985/AS, melemah 0,61% dari akhir September, dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, kebijakan moneter AS yang condong hawkish, serta volatilitas pasar saham global. BI menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, inflasi domestik, dan pertumbuhan ekonomi.
Untuk memperkuat daya tarik rupiah dan menarik arus modal asing, BI memperluas insentif kebijakan melalui penurunan biaya lindung nilai (hedging), pengembangan transaksi mata uang lokal (LCT), serta pemanfaatan instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Sejak Juni hingga 20 Oktober 2026, langkah-langkah ini berhasil menarik aliran modal masuk sebesar US$9,9 miliar. BI optimistis rupiah akan tetap stabil meskipun tekanan eksternal masih tinggi.
Dalam konferensi pers setelah RDG, Destry menegaskan bahwa stabilitas rupiah di masa depan didukung oleh komitmen BI, yield yang menarik, serta prospek ekonomi domestik yang baik. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter tetap fleksibel dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar, dengan fokus pada keseimbangan antara pertumbuhan, inflasi, dan stabilitas nilai tukar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

