Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 8,2% di Akhir 2026

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 8,2% pada akhir 2026, didukung pelonggaran standar penyaluran dan prospek ekonomi positif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BI Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 8,2% di Akhir 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit baru oleh perbankan akan mengalami percepatan pada kuartal IV 2026, ditandai dengan peningkatan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 91,31 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal III 2026 yang sebesar 90,08 persen dan kuartal IV 2025 dengan level 88,92 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan keyakinan sektor perbankan terhadap kondisi ekonomi yang tetap mendukung, serta pengelolaan risiko kredit yang terjaga.

Pelonggaran standar kredit diprakirakan terjadi di berbagai aspek, termasuk plafon, jangka waktu, suku bunga, dan persyaratan administrasi. Hal ini tercermin dari penurunan Indeks Lending Standard (ILS) yang diproyeksikan mencapai 0,15 pada kuartal IV 2026, turun dari 0,28 pada kuartal sebelumnya. Meskipun masih berada dalam zona ketat, penurunan tersebut menunjukkan arah pelonggaran relatif dibandingkan periode sebelumnya.

Proyeksi pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2026 diperkirakan mencapai 8,2% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 7,51%. Namun, angka ini masih di bawah realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025 yang mencapai 9,69%. Prioritas penyaluran kredit pada kuartal IV 2026 diprediksi diberikan kepada Kredit Modal Kerja, disusul Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi. Di sektor konsumsi, Kredit Multiguna menjadi pilihan utama, diikuti KPR/KPA dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Penyaluran kredit baru diproyeksikan paling signifikan mengarah ke sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan. Di sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan tumbuh dengan SBT mencapai 89,76 persen, meningkat dari 87,52 persen pada kuartal sebelumnya, meski masih lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai 93,97 persen. Tabungan dan giro diproyeksikan tumbuh lebih kuat dengan SBT masing-masing 90,29% dan 89,64%, sementara pertumbuhan deposito melambat dengan SBT sebesar 28,74%.

Biaya dana untuk simpanan rupiah diproyeksikan naik menjadi 4,39% pada kuartal IV 2026, dari 4,17% pada kuartal III. Biaya dana kredit diperkirakan meningkat menjadi 5,73%, naik dari 5,54%. Untuk simpanan valuta asing, biaya dana diproyeksikan mencapai 3,11%, meningkat dari 2,68% pada kuartal sebelumnya. Hasil survei menunjukkan bahwa sektor perbankan tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana, meskipun diiringi kenaikan biaya pendanaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya