BI Salurkan Insentif Likuiditas Rp458,5 T untuk Dorong Kredit Sektor Riil
Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas sebesar Rp458,5 triliun hingga awal Oktober 2026 melalui dua saluran utama untuk mendorong kredit ke sektor produktif dan memperdalam pasar uang.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 75x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mencatat realisasi insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang disalurkan ke perbankan mencapai Rp458,5 triliun hingga minggu pertama Oktober 2026. Angka ini merupakan hasil dari dua jalur distribusi utama, yakni melalui pembiayaan langsung ke sektor riil dan melalui pendalaman pasar uang, yang dirancang untuk memperkuat aliran dana ke sektor ekonomi produktif.
Sebanyak Rp336,4 triliun disalurkan melalui kanal financing channel, yang berfungsi sebagai insentif langsung untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas seperti UMKM, pertanian, dan infrastruktur. Sementara itu, sekitar Rp122,1 triliun dialokasikan melalui kanal Pendalaman Pasar Uang (PPU), yang bertujuan meningkatkan likuiditas antarbank dan memperkuat transaksi di pasar uang rupiah.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan stabilitas sistem keuangan. Dengan dominasi alokasi melalui financing channel, BI menekankan komitmen untuk menjaga efektivitas penyaluran kredit ke sektor riil yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Seiring dengan itu, penguatan insentif KLM akan mulai berlaku efektif 1 Desember 2026, dengan batas maksimal sebesar 5% dari dana pihak ketiga (DPK). Dalam skema baru, insentif untuk pembiayaan langsung dibatasi hingga 3% dari DPK, sementara insentif melalui PPU dinaikkan hingga 2% dari DPK. Tujuannya adalah memperluas akses kredit dan memperkuat fungsi intermediasi perbankan secara menyeluruh.
Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan mempercepat penyaluran kredit, tetapi juga memastikan distribusi likuiditas yang lebih merata dan efisien di seluruh sektor perbankan. Dengan pendekatan yang terukur dan terukur, BI berharap insentif likuiditas mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

