Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Turunkan GWM Bank Konvensional Jadi 7%, Syariah 5,5%

Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum untuk bank konvensional dari 9% menjadi 7% secara bertahap mulai November 2026, disusul bank syariah dari 7,5% ke 5,5%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
BI Turunkan GWM Bank Konvensional Jadi 7%, Syariah 5,5%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia resmi menurunkan persentase Giro Wajib Minimum (GWM) yang wajib dipenuhi oleh bank konvensional dari 9% menjadi 7%, dengan penyesuaian dilakukan secara bertahap mulai 1 November 2026. Penurunan pertama sebesar 1% berlaku sejak awal bulan tersebut, diikuti penurunan lanjutan 1% lagi mulai 1 Desember 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung efisiensi sistem perbankan.

Untuk lembaga perbankan syariah dan unit usaha syariah, GWM juga mengalami penurunan signifikan, dari 7,5% menjadi 5,5%. Penyesuaian dilakukan dalam dua tahap: turun menjadi 6,5% mulai 1 November 2026, dan mencapai level akhir 5,5% pada 1 Desember 2026. Penurunan ini dirancang agar kebijakan tetap responsif terhadap kondisi likuiditas dan perkembangan ekonomi secara keseluruhan.

Tujuan utama penurunan GWM adalah memperkuat kecukupan likuiditas operasional di sektor perbankan, sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. Dengan menurunkan beban kewajiban simpanan, bank memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan dana ke sektor produktif, termasuk kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan tekanan inflasi.

Dalam kesempatan yang sama, BI juga menyesuaikan insentif KLM (Kewajiban Likuiditas Minimum) dari sebelumnya 6% menjadi 5%, efektif mulai 1 Desember 2026. Aturan baru ini membatasi maksimal remunerasi dari pemenuhan GWM dalam rupiah sebesar 5% dari jumlah GWM rupiah. Penyesuaian ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dan memastikan keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya