BI Turunkan GWM Bank Konvensional Jadi 7%, Syariah 5,5%
Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum untuk bank konvensional dari 9% menjadi 7% secara bertahap mulai November 2026, disusul bank syariah dari 7,5% ke 5,5%.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia resmi menurunkan persentase Giro Wajib Minimum (GWM) yang wajib dipenuhi oleh bank konvensional dari 9% menjadi 7%, dengan penyesuaian dilakukan secara bertahap mulai 1 November 2026. Penurunan pertama sebesar 1% berlaku sejak awal bulan tersebut, diikuti penurunan lanjutan 1% lagi mulai 1 Desember 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung efisiensi sistem perbankan.
Untuk lembaga perbankan syariah dan unit usaha syariah, GWM juga mengalami penurunan signifikan, dari 7,5% menjadi 5,5%. Penyesuaian dilakukan dalam dua tahap: turun menjadi 6,5% mulai 1 November 2026, dan mencapai level akhir 5,5% pada 1 Desember 2026. Penurunan ini dirancang agar kebijakan tetap responsif terhadap kondisi likuiditas dan perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
Tujuan utama penurunan GWM adalah memperkuat kecukupan likuiditas operasional di sektor perbankan, sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. Dengan menurunkan beban kewajiban simpanan, bank memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan dana ke sektor produktif, termasuk kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan tekanan inflasi.
Dalam kesempatan yang sama, BI juga menyesuaikan insentif KLM (Kewajiban Likuiditas Minimum) dari sebelumnya 6% menjadi 5%, efektif mulai 1 Desember 2026. Aturan baru ini membatasi maksimal remunerasi dari pemenuhan GWM dalam rupiah sebesar 5% dari jumlah GWM rupiah. Penyesuaian ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dan memastikan keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

