Blackout Berkepanjangan Hancurkan Simpanan ASI dan Ekonomi Warga
Pemadaman listrik selama hampir tiga hari di Batam dan Bintan menyebabkan kerugian besar, termasuk kehilangan stok ASI hingga 15 liter, kerusakan peralatan, dan kegagalan aktivitas ekonomi tanpa kompensasi memadai.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peristiwa pemadaman listrik massal yang melanda Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 menimbulkan dampak mendalam bagi kehidupan sehari-hari warga. Lebih dari 411 ribu pelanggan terdampak, dengan sebagian wilayah di Bintan mengalami pemadaman hingga 52 jam. Dalam rentang waktu itu, banyak keluarga kehilangan stok ASI yang telah dikumpulkan berbulan-bulan, terutama bagi ibu menyusui yang membutuhkan cadangan untuk masa transisi MPASI. Salah satunya, Devina Wistiasari, dosen yang kehilangan sekitar 15 liter ASI perah hasil pengumpulan selama empat bulan—jumlah yang telah disiapkan sebagai antisipasi penurunan produksi saat kembali bekerja penuh.
Kerugian tidak hanya terjadi pada sektor kesehatan dan kebutuhan bayi. Di Bintan, aktivitas perikanan lumpuh total karena tidak ada pasokan es untuk menjaga hasil tangkapan. Nelayan di Kawal, seperti Johanes Jamil, melaporkan bahwa ribuan kilogram ikan harus dibuang karena tidak bisa disimpan. Dengan rata-rata kerugian per nelayan mencapai Rp2 juta per hari dan sekitar 100 nelayan terdampak, total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta selama pemadaman. Harga kebutuhan pokok seperti Pertalite dan mi instan juga melonjak, menambah beban ekonomi masyarakat yang sudah terpuruk.
Pelaku usaha kecil, seperti Mulyadi pemilik usaha laundry, mengalami penurunan pendapatan hingga 60% karena mesin cuci dan peralatan lain tidak bisa beroperasi tanpa listrik. Satu-satunya layanan yang tetap berjalan adalah setrika uap manual, tetapi hal itu tidak cukup menopang kebutuhan ekonomi harian. Di sisi lain, dunia pendidikan terganggu parah. Siswa yang sebelumnya menjalani pembelajaran daring akibat kabut asap kembali terancam terputus saat listrik padam, mengakibatkan tidak bisa mengakses kelas virtual melalui Zoom. Orang tua seperti Isra mengaku anaknya hanya bisa bermain di rumah karena tidak bisa mengakses internet dan perangkat belajar.
Penyebab awal pemadaman yang disebutkan PLN Batam—masuknya hewan liar ke gardu induk—tidak cukup meyakinkan bagi sebagian warga. Banyak yang menilai penjelasan itu terlalu sederhana untuk menangani kegagalan sistem yang begitu besar. Pakar dari Institute for Essential Services Reform (IESR) menekankan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengungkap akar masalah, bukan hanya mencari pemicu awal. Di sisi lain, YLKI menyoroti ketidaksesuaian skema kompensasi berupa diskon tagihan listrik, yang dianggap tidak mencerminkan kerugian ekonomi, kesehatan, dan kerusakan barang yang dialami masyarakat selama blackout.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

