BMKG: Operasi Hujan Buatan Berhasil Turunkan Kepadatan Asap di Sumatra dan Kalimantan
Operasi modifikasi cuaca dengan dry ice dan garam berhasil memicu hujan intensif di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Selatan, sekaligus mengurangi kepadatan asap akibat kebakaran lahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan setelah dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Penerapan metode penyemaian dry ice bersama bahan natrium klorida (NaCl) menjadi strategi utama untuk memicu pembentukan awan hujan di wilayah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas kebakaran dalam dua hingga empat minggu terakhir, menjelang musim hujan.
Kepala BMKG menegaskan bahwa operasi ini dirancang untuk mengatasi lapisan inversi yang terjadi pada ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki, di mana asap terperangkap dan tidak dapat menyebar ke atmosfer atas. Dengan menyemai dry ice, lapisan inversi dipecah, sehingga asap dapat naik ke ketinggian lebih tinggi. Pada tahap berikutnya, penyemaian garam NaCl dilakukan untuk mempercepat proses kondensasi uap air dan pembentukan awan hujan.
Untuk memastikan efektivitas operasi, BMKG melakukan pemantauan ilmiah melalui pengukuran radiosonde guna mengetahui profil suhu dan tekanan udara di atmosfer. Hasil pengukuran digunakan untuk menentukan titik penyemaian yang tepat, sehingga proses modifikasi cuaca berjalan secara akurat dan terarah. Selain itu, monitoring kualitas udara di permukaan dilakukan secara kontinu, termasuk pengukuran konsentrasi partikel halus PM2.5.
Hasilnya terlihat nyata: jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar bandara Sumatra Selatan, meningkat signifikan setelah operasi. Bandara yang sempat ditutup akibat asap kembali beroperasi normal. Asap yang sebelumnya mencapai ketinggian lebih dari 4 kilometer dan sempat menyelimuti wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, terpantau bergerak menjauh dalam waktu sekitar lima hingga enam jam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

