Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BMKG: Operasi Hujan Buatan Berhasil Turunkan Kepadatan Asap di Sumatra dan Kalimantan

Operasi modifikasi cuaca dengan dry ice dan garam berhasil memicu hujan intensif di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Selatan, sekaligus mengurangi kepadatan asap akibat kebakaran lahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
BMKG: Operasi Hujan Buatan Berhasil Turunkan Kepadatan Asap di Sumatra dan Kalimantan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan setelah dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Penerapan metode penyemaian dry ice bersama bahan natrium klorida (NaCl) menjadi strategi utama untuk memicu pembentukan awan hujan di wilayah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas kebakaran dalam dua hingga empat minggu terakhir, menjelang musim hujan.

Kepala BMKG menegaskan bahwa operasi ini dirancang untuk mengatasi lapisan inversi yang terjadi pada ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki, di mana asap terperangkap dan tidak dapat menyebar ke atmosfer atas. Dengan menyemai dry ice, lapisan inversi dipecah, sehingga asap dapat naik ke ketinggian lebih tinggi. Pada tahap berikutnya, penyemaian garam NaCl dilakukan untuk mempercepat proses kondensasi uap air dan pembentukan awan hujan.

Untuk memastikan efektivitas operasi, BMKG melakukan pemantauan ilmiah melalui pengukuran radiosonde guna mengetahui profil suhu dan tekanan udara di atmosfer. Hasil pengukuran digunakan untuk menentukan titik penyemaian yang tepat, sehingga proses modifikasi cuaca berjalan secara akurat dan terarah. Selain itu, monitoring kualitas udara di permukaan dilakukan secara kontinu, termasuk pengukuran konsentrasi partikel halus PM2.5.

Hasilnya terlihat nyata: jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar bandara Sumatra Selatan, meningkat signifikan setelah operasi. Bandara yang sempat ditutup akibat asap kembali beroperasi normal. Asap yang sebelumnya mencapai ketinggian lebih dari 4 kilometer dan sempat menyelimuti wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, terpantau bergerak menjauh dalam waktu sekitar lima hingga enam jam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya