Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bombana Raih Peringkat Dua TPID Award 2026

Kabupaten Bombana berhasil meraih peringkat kedua dalam TPID Award 2026 berkat efektivitas pengendalian harga pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 9x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kabupaten Bombana berhasil meraih peringkat kedua dalam ajang TPID Award 2026, penghargaan nasional yang mengakui kinerja daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan kesejahteraan masyarakat. Prestasi ini menjadi bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pengendalian harga yang terukur dan berkelanjutan. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria seperti keterlibatan lintas sektor, efektivitas operasi pasar, serta keberhasilan memitigasi fluktuasi harga pokok di pasar tradisional dan modern.

Wakil Bupati Bombana menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan momentum untuk terus memperkuat sistem pengawasan harga. Ia menekankan bahwa pengendalian harga tidak boleh dikendurkan, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. “Kami akan terus menjaga sinergi dengan instansi terkait, termasuk Bulog dan dinas perdagangan, untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil dan harga tetap terjangkau,” ujarnya.

Kinerja Bombana dinilai unggul dalam aspek pelaporan data dan transparansi kebijakan. Pemantauan harga dilakukan secara rutin di 24 titik pasar tradisional dan modern di wilayah kabupaten, dengan sistem pelaporan digital yang mempercepat respons terhadap fluktuasi harga. Selain itu, operasi pasar rutin digelar selama bulan puasa dan hari raya, serta dalam kondisi krisis pangan lokal.

Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara untuk meniru model pengendalian harga yang terukur dan kolaboratif. Pemerintah daerah mengaku siap berbagi praktik terbaik melalui forum koordinasi TPID tingkat provinsi. Tujuan utamanya tetap sama: menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tanpa mengorbankan stabilitas harga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya