Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BPS Perkuat Kolaborasi Statistik dengan Negara OKI

BPS mempererat kerja sama statistik dengan negara anggota OKI melalui forum internasional di Arab Saudi, fokus pada transformasi data dan penerapan standar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BPS Perkuat Kolaborasi Statistik dengan Negara OKI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat sinergi teknis dengan sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam Sidang ke-15 Komisi Statistik OKI yang berlangsung di Arab Saudi pada 29–30 September. Delegasi Indonesia, dipimpin Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyampaikan tiga inisiatif utama transformasi statistik nasional, termasuk modernisasi sensus penduduk dan perumahan, persiapan penerapan Sistem Akuntansi Nasional 2025 (SNA 2025), serta pemantauan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait akses air bersih dan sanitasi.

Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi negara-negara anggota OKI untuk berbagi praktik terbaik dalam membangun ekosistem data resmi yang akurat dan inklusif. Sonny menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas statistik nasional secara internal maupun dalam konteks kerja sama internasional. Ia menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan dan teknologi dalam mendukung kebijakan berbasis data.

Di sela sidang, BPS menjajaki kerja sama bilateral dengan lembaga statistik utama seperti TURKSTAT Turki, GASTAT Arab Saudi, CAPMAS Mesir, serta Islamic Development Bank (IsDB). Fokus kerja sama mencakup pengembangan data halal, perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) syariah, harmonisasi data perdagangan, statistik haji dan umrah, serta penyempurnaan metode pengukuran kemiskinan multidimensi.

Kerja sama dengan TURKSTAT secara resmi diteguhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, yang mencakup modernisasi sensus, integrasi data administrasi, dan transformasi digital. BPS juga memaparkan pengalaman pemanfaatan data administrasi untuk mendukung Sensus Penduduk 2030, serta hasil studi penggunaan waktu eksperimental 2023 yang menunjukkan kontribusi jasa rumah tangga tidak dibayar terhadap PDB mencapai 13,63 persen pada 2023.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya