Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Brad Pitt dan Anjingnya Berjuang Bertahan di Hutan Alaska

Film thriller survival *Heart of the Beast* tayang di bioskop Indonesia 23 September 2026, menggambarkan perjalanan James Belmont dan anjing militer Odin melawan alam liar setelah kecelakaan pesawat di Alaska.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.41 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 5x dibuka
Brad Pitt dan Anjingnya Berjuang Bertahan di Hutan Alaska📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Brad Pitt membintangi *Heart of the Beast*, film thriller bertahan hidup yang resmi tayang di layar lebar Indonesia pada 23 September 2026. Film ini mengisahkan petualangan seorang veteran pasukan khusus, James Belmont, yang memilih pensiun bersama anjing pelatihannya, Odin, seekor German Shepherd, untuk memulihkan trauma psikologis akibat masa perang yang panjang. Keduanya berangkat ke wilayah terpencil di Alaska dengan harapan bisa menemukan kedamaian di tengah alam bebas.

Namun, rencana itu berubah drastis ketika James mengalami gangguan kesehatan mendadak saat mengemudikan pesawat kecil. Pesawat tersebut jatuh ke sungai dan tenggelam, menyebabkan keduanya terjebak di hutan liar. Odin, yang tetap setia, berhasil menyelamatkan James dari tenggelam dan membawanya ke tepi sungai. Setelah sadar, James menyadari bahwa jarak terdekat ke permukiman manusia berjarak 90 kilometer, tanpa akses komunikasi atau bantuan.

Dengan kondisi fisik terbatas dan lingkungan yang keras, James dan Odin harus bekerja sama untuk bertahan hidup. Mereka menempuh perjalanan berat menembus medan ekstrem, menghadapi cuaca dingin, hewan buas, dan kelelahan ekstrem. Film ini menekankan hubungan emosional antara manusia dan anjing, serta ketahanan mental dalam situasi kritis. Seluruh narasi berpusat pada dua tokoh utama—tidak ada karakter lain—dengan kisah yang digarap secara intens dan realistis.

Dibuat oleh David Ayer, yang juga bertindak sebagai produser bersama Olivia Hamilton, Marty Bowen, dan J. K. Simmons sebagai pemeran pendukung, film ini disutradarai secara penuh dengan naskah karya Cameron Alexander. Syuting dilakukan di Queenstown, Selandia Baru, pada Maret hingga Mei 2025. Musik latar ciptaan Jared Michael Fry—kolaborasi ketiganya dengan Ayer—menambah kedalaman emosional. Film ini mendapat respons positif dari kritikus, dengan skor 91 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan 44 ulasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya